Lindungi Pekerja dan Bisnis, Kemenaker Dorong Bangun Budaya K3

Lindungi Pekerja dan Bisnis, Kemenaker Dorong Bangun Budaya K3

Pandemi COVID-19 memunculkan dampak buruk bagi 29 juta pekerja di Indonesia. Jumlah tersebut terdiri dari 7 juta pencari kerja yang masih sulit mendapatkan pekerjaan, di mana 2,6 juta pekerja turut kehilangan pekerjaan dan 24 juta lainnya mengalami pemotongan jam kerja dan upah sebagai imbas pandemi. 

Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), bersama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Pemerintah Jepang bersama-sama berupaya mengatasi masalah tenaga kerja di Indonesia melalui proyek ILO dengan memperkuat sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Penerapan K3 ini dilakukan pada tingkat perusahaan dengan tujuan memastikan keberlanjutan bisnis dan perlindungan pekerja. Tujuan lainnya adalah untuk membangun budaya K3 yang positif demi terciptanya lingkungan kerja yang aman dan sehat secara nasional. 

Baca juga: Menaker: K3 Mampu Beri Dampak Signifikan pada Pemulihan Ekonomi Nasional

Proyek senilai 1,6 juta dolar AS yang didanai Pemerintah Jepang ini telah memperkuat sistem manajemen K3 kepada sebanyak 1.521 tempat kerja dan telah menjangkau 22.154 pekerja. Juga berfungsi sebagai platform advokasi untuk pemahaman, kesadaran, dan tindakan K3 yang lebih baik, proyek ini telah menjangkau 15.218 orang di Indonesia. 

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, menekankan pentingnya pemajuan prinsip dan budaya K3 agar Indonesia lebih tangguh dalam menghadapi dan menghadapi krisis di masa depan seperti pandemi COVID-19 saat ini. 

Investasi keselamatan dan kesehatan kerja berdampak langsung pada produktivitas perusahaan, mengurangi kecelakaan di tempat kerja, dan meningkatkan citra perusahaan dan secara bersama-sama meningkatkan ketahanan ekonomi.

Baca juga: Urgensi Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Masa Pandemi COVID-19

“Dengan proyek yang berkolaborasi dengan banyak mitra dan pemangku kepentingan yang berbeda, ini telah menunjukkan pentingnya dan keserbagunaan proyek untuk mendukung berbagai kebutuhan K3 dari berbagai sektor,” kata Menteri Ida dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/9/2022). 

Selain itu, proyek ini juga mempertemukan mitra kerja utama seperti antara lain konfederasi serikat pekerja, Perhimpunan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Proyek ini juga bekerja sama dengan organisasi jurnalistik untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya K3 dalam mendukung pertumbuhan ekonomi bangsa. 

Baca juga: BPJS dan K3 Melindungi Pekerja dari Kecelakaan Kerja

“Ketika kita melihat ke belakang dan melihat pencapaian utama, kita juga harus mengingat bahwa ini adalah bagian dari perjalanan pemerintah, perusahaan, pekerja, dan generasi muda untuk menentukan keselamatan generasi mendatang dan investasi untuk bisnis dan masyarakat secara keseluruhan dengan terus berupaya mengembangkan pendekatan baru untuk mengatasi tantangan dan kebutuhan keselamatan dan kesehatan kerja,” tegas Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste. 

Apresiasi serupa diberikan oleh Menteri dan Wakil Kepala Misi dari Kedutaan Besar Jepang, Masami Tamura, “Dengan demikian, kami telah berhasil meningkatkan kapasitas ribuan tempat kerja dengan memperkuat langkah-langkah pencegahan COVID-19 di tempat kerja dan perlindungan pekerjaan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia. Kami berharap banyak kegiatan yang dilakukan di bawah proyek ini akan meluas ke masa depan,” tambahnya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 20, 2022, 10:34 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.