Dobrak Pasar Perbankan Syariah, ICDX dan ICH Fasilitasi Instrumen Komoditi Syariah

Dobrak Pasar Perbankan Syariah, ICDX dan ICH Fasilitasi Instrumen Komoditi Syariah

Indonesia, sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia terus menyiapkan langkah-langkah strategis dalam mengantisipasi perkembangan ekonomi syariah dunia. Naiknya jumlah kelas menengah dan semakin tingginya ghirah keislaman masyarakat muslim, menjadi modal utama bagi perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Di Indonesia, Bank Syariah lahir setelah dikeluarkannya Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang bank berdasarkan prinsip bagi hasil, yang kemudian direvisi dengan Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 dalam bentuk sebuah bank yang beroperasi dengan prinsip syariah.

Baca juga: Potensi Perempuan sebagai Penggerak Ekonomi Syariah

Namun, pertumbuhan pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia yang bergerak relatif lambat menjadikan Indonesia sebagai negara mayoritas berpenduduk muslim masih tertinggal dengan negara-negara lain yang telah mengadopsi sistem keuangan syariah di perbankan.

Inovasi produk keuangan merupakan pokok utama dalam pengembangan industri perbankan syariah, tentunya pengembangan harus didukung dengan kompetensi sumber daya manusia yang selain handal tetap berpegang teguh dengan prinsip syariah.

Baca juga: Peran Perempuan dalam Pengembangan Ekonomi Syariah

Bank-bank syariah harus memiliki produk inovatif yang semakin beragam agar bisa berkembang dengan baik. Inovasi juga harus dilakukan agar produk bank syariah tidak monoton dan dominan dengan akad tertentu di tengah bervariasinya kebutuhan pasar.

Head of Strategic & Development ICDX M. Zulfal Faradis mengatakan, salah satu inovasi produk yang belum optimal dimanfaatkan oleh lembaga keuangan syariah di Indonesia khususnya perbankan syariah yakni “komoditi syariah” atau biasa dikenal dengan sebutan “komoditi murabahah” di berbagai belahan dunia.

“Komoditi syariah merupakan solusi yang baik bagi industri perbankan syariah nasional dalam pengelolaan manajemen likuiditas. Sehingga ketika terjadi kelebihan dana atau pun kekurangan dana, perbankan syariah dapat memanfaatkan instrumen komoditi syariah dalam mengelola likuditasnya,” katanya.

Dari pernyataan dan standar yang dikeluarkan oleh beberapa organisasi Islam yang fokus terhadap ekonomi dan keuangan syariah menjadikan beberapa negara menggunakan Bursa Komoditi-nya masing-masing untuk manfasilitasi akad komoditi murabahah.

Baca juga: “Kiamat” Inflasi Hantui Negara Asia, Bagaimana Indonesia?

Sebagai bursa berjangka komoditi dan lembaga kliring yang telah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk menyelenggarakan Pasar Murabahah Komoditi Syariah, ICDX dan ICH kini merupakan bursa komoditi dan lembaga kliring pertama yang menfasilitasi akad komoditi syariah bagi lembaga keuangan syariah khususnya perbankan syariah. 

Pada Maret 2022 lalu, ICDX dan ICH menjalin kerja sama dengan CIMB Niaga Syariah terkait transaksi komoditi syariah dalam rangka Pembiayaan Subrogasi Indirect Auto iB, yang merupakan produk pembiayaan joint financing untuk pengalihan piutang pembiayaan murabahah kendaraan (mobil dan motor) milik perusahaan pembiayaan (multifinance) kepada bank berdasarkan prinsip Syariah. 

Baca juga: CIMB Niaga Fasilitasi Perdagangan Emas Fisik Digital di Bursa Komoditi

Sesuai ketentuan Fatwa DSN MUI No 104/DSN/-MUI/X/2016  tentang subrogasi berdasarkan prinsip syariah, pengalihan piutang pembiayaan murabahah dilakukan melalui proses jual beli (ba’i) dengan alat bayar (tsaman) menggunakan barang (sil’ah). Adapun barang yang menjadi alat bayar adalah berupa komoditi yang pengadaannya dilakukan melalui Bursa Komoditi yang ditunjuk Bappebti, Kementerian Perdagangan yaitu ICDX dan settlement transaksinya dilakukan oleh ICH.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 25, 2022, 8:07 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.