Bahana TCW Gandeng Standard Chartered Pasarkan Reksa Dana Syariah

Bahana TCW Gandeng Standard Chartered Pasarkan Reksa Dana Syariah

PT Bahana TCW Investment Management atau Bahana TCW secara resmi menunjuk Standard Chartered Indonesia sebagai salah satu agen penjual produk Reksa Dana Bahana Global Healthcare Sharia USD Equity. Reksa dana syariah ini memiliki fokus investasi di saham-saham perusahaan industri kesehatan global.

Presiden Direktur Bahana TCW Rukmi Proborini menyampaikan, di tengah kondisi perekonomian global yang sedang tertekan fase stagflasi, atau minim pertumbuhan ekonomi di tengah tingginya inflasi, sektor kesehatan termasuk sektor yang resilien terhadap badai tersebut.

Pasalnya, sektor kesehatan termasuk industri yang defensif dan esensial, sehingga berinvestasi pada perusahaan healthcare adalah salah satu alternatif yang menarik sesuai dengan kondisi makro ekonomi saat ini.

Baca juga: Bahana TCW Proyeksikan Inflasi Ekonomi 2022 Meningkat 3 Persen

“Kemitraan kami bersama dengan Franklin Templeton dan Standard Chartered Bank adalah untuk memperluas jalur distribusi reksa dana Bahana Global Healthcare Sharia USD Equity yang merupakan Reksa Dana Syariah Saham Luar Negeri pertama di Indonesia yang fokus di industri kesehatan Global,” ucapnya.

Menurut Rukmi, produk ini melengkapi alternatif investasi bagi masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan dananya. Bahana TCW telah berpengalaman lebih dari 25 tahun sebagai pengelola investasi yang diversifikasi portofolio investasinya mulai dari produk reksa dana dan kontrak pengelolaan dana bilateral hingga investasi alternatif lainnya.

“Setiap produk investasi dirancang guna memenuhi kebutuhan investasi masyarakat Indonesia. Selain itu, pengembangan dan distribusi produk investasi dilakukan dengan pola kemitraan strategis bersama institusi keuangan terkemuka dunia,” tambah Rukmi.

Baca juga: 10 Jenis Reksa Dana Syariah yang Terdaftar di OJK

Head of Wealth Management Standard Chartered Indonesia Meru Arumdalu menjelaskan, Standard Chartered Bank belum lama ini mengeluarkan Global Market Outlook untuk periode semester kedua tahun 2022, yang membahas langkah kehati-hatian yang harus diterapkan bank-bank sentral di seluruh dunia untuk menjaga inflasi serta menghindari terjadinya resesi perekonomian.

Standard Chartered Bank memperkirakan inflasi akan mereda hanya secara bertahap dan menyebabkan The Fed mempertahankan sikap agresifnya. Menyikapi ini, sejumlah industri dinilai sebagai defensive sector seperti industri healthcare, energy dan financials di Amerika dan Eropa.

Baca juga: Potensi dan Minat Reksa Dana Syariah Cukup Besar di Indonesia

“Melalui penambahan reksa dana Bahana Global Healthcare Sharia USD Equity pada pilihan produk investasi Standard Chartered Bank, kami berharap dapat semakin memberikan alternatif bagi nasabah kami untuk mencapai tujuan keuangannya,” ungkapnya.

Head of Retail Sales, Southeast Asia, Franklin Templeton Clement Lee, mengatakan, Franklin Templeton melihat peluang besar dalam industri kesehatan global seiring meningkatnya kemajuan teknologi yang semakin cepat dan tren demografis jangka panjang. Adanya ketidakpastian makroekonomi global dalam jangka pendek ini, sektor kesehatan tetap menjadi sektor yang menguntungkan dan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat dan paling defensif.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 14, 2022, 8:04 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.