Ketua DK LPS: Tren Suku Bunga Simpanan dan Kredit Menurun

Ketua DK LPS: Tren Suku Bunga Simpanan dan Kredit Menurun

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, suku bunga simpanan maupun suku bunga kredit selama 15 bulan terakhir sejak Februari 2021 hingga Mei 2022 mengalami tren penurunan.

Tren tersebut seiring dengan kebijakan penurunan tingkat bunga penjaminan, suku bunga deposito 1 dan 3 bulan yang terpantau masih mengalami penurunan meskipun penurunannya semakin melambat.

Hal tersebut, menurut Purbaya, turut berkontribusi dalam penurunan cost of fund perbankan, sehingga mendukung penurunan suku bunga kredit. “Tren penurunan tingkat bunga penjaminan ini sejalan dengan tren penurunan suku bunga acuan bank sentral,” ungkapnya.

Baca juga: Berapa Batas Bunga Bank yang Dijamin LPS?

Dalam kebijakannya, LPS terus bersinergi dengan bank sentral selaku otoritas kebijakan moneter untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

“Perkembangan likuiditas yang tetap longgar memberikan ruang yang cukup bagi perbankan untuk mengelola biaya dana atau suku bunga simpanan di level yang rendah,” tambah Purbaya.

Jika dibandingkan dengan beberapa negara Asia Tenggara, suku bunga kredit di Indonesia masih merupakan yang tertinggi. Hal ini mengindikasikan adanya ruang untuk perbaikan struktur perbankan di Indonesia agar dapat beroperasi dengan lebih efisien.

Baca juga: BI Pertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate Tetap 3,50 Persen

Purbaya juga menyatakan, seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian, industri perbankan pun terus menunjukkan performa yang sangat meyakinkan.

“Hal ini didukung oleh permodalan yang solid dan likuiditas yang ample. Per April 2022, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 10,11 persen yoy dan kredit tumbuh sebesar 9,10 persen YoY,” ujarnya.

Baca juga: Menilik Dampak Kenaikan Suku Bunga The Fed Terhadap Ekonomi Indonesia

Permodalan perbankan selama pandemi hingga saat ini masih solid dengan rasio CAR per April 2022 mencapai 24,32%. Gross NPL juga terus menunjukkan perbaikan dari kondisi di masa pandemi yang sempat mengalami kenaikan di atas 3 persen. Per April 2022, gross NPL berada di level 3,00%.

“Kondisi fundamental perbankan yang kuat tersebut tidak lepas dari sinergi di dalam KSSK dalam menciptakan bauran kebijakan yang menjaga industri perbankan tetap stabil,” ucap Purbaya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 14, 2022, 7:53 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.