Limit Saldo Uang Elektronik Naik Jadi Rp20 juta Mulai 1 Juli 2022

Limit Saldo Uang Elektronik Naik Jadi Rp20 juta Mulai 1 Juli 2022

Bank Indonesia (BI) menaikkan batas saldo tersimpan di uang elektronik yang terdaftar atau registered menjadi Rp20 juta. Sebelumnya, limit saldo uang elektronik hanya mencapai Rp10 juta. Ketentuan baru ini akan mulai diberlakukan pada 1 Juli 2022.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, batas nilai transaksi bulanan juga dinaikkan dari Rp20 juta per bulan menjadi Rp40 juta per bulan. Kenaikkan batas saldo ini didorong oleh peningkatan penggunaan uang elektronik oleh masyarakat, terutama sejak terjadinya pandemi COVID-19.

Salah satu alasannya adalah BI menilai kebutuhan masyarakat terhadap pembayaran non-tunai, khususnya penggunaan uang elektronik terus mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari dari jumlah dan nominal transaksi yang terus mengalami peningkatan setiap periodenya.

Baca juga: 5 Tren Akselerasi Digital Menurut Bank Indonesia

Data Bank Indonesia mencatat, nilai transaksi uang elektronik pada triwulan I 2022 tumbuh sekitar 42,06 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Secara keseluruhan, proyeksi transaksi uang elektronik diperkirakan meningkat sekitar 18,03 persen yot hingga mencapai Rp260 triliun.

Nilai transaksi digital banking pada triwulan pertama tahun ini juga mengalami peningkatan sebesar 34,9 persen (yoy) dan untuk keseluruhan tahun diproyeksikan naik 26,72 persen (yoy) hingga mencapai Rp51.729 triliun.

Baca juga: Per Maret 2022, Total Volume Transaksi QRIS BNI Mencapai Rp297 Miliar

Perubahan batas maksimal saldo maupun transaksi tersebut pun berlaku untuk uang elektronik registered berbasis chip maupun server. Peningkatan batas saldo maupun transaksi juga sejalan dengan kebijakan Quick Code Response Indonesian Standard (QRIS) yang sudah BI naikkan.

BI terus mendorong inovasi sistem pembayaran termasuk dalam rangka mendukung program pemerintah dan percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), serta mendorong akselerasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD) yang inklusif dan efisien melalui kebijakan sistem pembayaran non tunai.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 26, 2022, 10:19 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.