Menaker: Tahun Ini THR Harus Kontan, Tidak Boleh Dicicil Lagi

Menaker: Tahun Ini THR Harus Kontan, Tidak Boleh Dicicil Lagi

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menegaskan kepada para pengusaha agar pemberian THR atau Tunjangan Hari Raya harus diberikan secara kontan tidak boleh dicicil. Hal ini mengingat, tahun ini situasi ekonomi sudah lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“THR itu hak pekerja dan kewajiban pengusaha. Di tahun ini, karena situasi ekonomi sudah lebih baik, kami kembalikan besaran THR kepada aturan semula, yaitu 1 bulan gaji bagi yang sudah bekerja minimal 12 bulan. Bagi yang kurang dari 12 bulan, ya dihitung secara proporsional. Tanpa dicicil, alias kontan,” tegas Menaker konferensi persnya.

Menaker Ida menyampaikan, pemberian THR bukan hanya hak para pekerja yang berstatus tetap. Pekerja kontrak, outsourcing, tenaga honorer, buruh harian lepas di kebun-kebun, supir bahkan Pekerja Rumah Tangga alias PRT berhak atas THR. “Jadi jangan disempitkan cakupan penerimanya,” ujarnya.

Baca juga: Tidak Dapat THR? Lapor Saja ke Posko THR Kemenaker

Bagi pekerja atau buruh yang tidak menerima THR 2022, Kemenaker telah mendirikan Posko THR yang disiapkan akan menangani pengaduan dan konsultasi, baik dari pekerja ataupun pengusaha. Menaker meminta setiap pihak memanfaatkan posko ini.

Pos Komando (Posko) Tunjangan Hari Raya (THR) 2022 melalui Surat Edaran (SE) Nomor M/1/HK.04/IV/2022 tanggal 6 April 2022 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2022 bagi pekerja/buruh di perusahaan. 

Menaker juga meminta kepada para perusahaan dan pengusaha yang bisnisnya tumbuh positif dan mendapatkan profit atau keuntungan yang bagus agar memberikan THR lebih dari 1 bulan gaji kepada karyawannya.

Baca juga: Isi Surat Edaran Menaker Terkait Pemberian THR 2022

“Bagi perusahaan yang mampu, tolong, berbagilah lebih banyak. Berikan lebih dari gaji sebulan. Jika pun bukan dalam bentuk uang, minimal dalam bentuk sembako. Agar keluarga pekerja nanti bisa buka puasa dan berlebaran dengan hidangan yang lebih baik,” pinta Ida Fauziyah.

"Mari gotong rotong dengan pemerintah menaikkan daya beli pekerja. Tidak ada ruginya. Upah para pengusaha yang murah hati insya Allah akan besar pahalanya di akhirat nanti.  Bisnisnya pun bakal jadi berkah karena didoakan terus oleh pekerjanya," tambah Menaker Ida.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 12, 2022, 4:54 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.