Cerita Nelayan Pesisir, Sukses Buka Peluang Ekonomi Baru Lewat Digitalisasi

Cerita Nelayan Pesisir, Sukses Buka Peluang Ekonomi Baru Lewat Digitalisasi

Puluhan nelayan pulang dari melaut di Laut Jawa. Mereka menyandarkan kapal di tepi laut daerah Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Para pelaut ini baru saja melaut setelah hampir satu minggu tidak dapat berlayar karena cuaca buruk.

Masih di kawasan yang sama, seorang pelaku UMKM yang berjualan ikan asin, M Rokib (35), sibuk melihat ikan dari nelayan yang telah diolah menjadi ikan kering dan ikan asin. Sebelum Rokib membawa pulang ikan untuk dijual di e-commerce, pemilik UMKM Rokibstore asal Rembang ini memastikan terlebih dahulu kualitas ikan olahan hasil tangkapan nelayan.

Rokib adalah salah satu pelanggan yang menjadi andalan sejumlah nelayan daerah Sarang karena inisiatifnya membeli langsung hasil tangkapan ikan dari para nelayan dengan harga yang pantas. “Tidak setiap hari nelayan itu bisa panen karena bergantung pada musim dan cuaca. Jadi saya ingin bantu membeli langsung dari nelayan dengan harga lebih, ya untuk membantu mereka juga,” jelas Rokib. 

Baca juga: Bermodal Rp1 Juta, Pemuda Asal Bandung ini Mampu Berdayakan 42 Warga Kampung

Sebagai warga pesisir, Rokib mengetahui tidak semua nelayan melek teknologi. Sementara dia melihat banyak peluang dari menjual hasil tangkapan ikan melalui e-commerce, sehingga tidak sekadar mengandalkan tempat pelelangan ikan (TPI) setempat.

“Saya tinggal di daerah penghasil ikan. Para nelayan baru mendapatkan penghasilan jika ikannya laku di TPI. Jadi pembelinya itu-itu saja. Saya terpikir untuk memperluas jangkauan dan peluang dengan menjual ikan secara online,” lanjutnya.

Awalnya, Rokib menjual olahan ikan melalui media sosial pribadi yang dimulai pada akhir tahun 2019. Setahun berjalan, penjual di media sosial pribadinya perlahan sepi. Rokib terus mencari cara agar tetap dapat menjual olahan ikan hasil nelayan Rembang, hingga dia menemukan informasi mengenai berjualan online. 

Bak gayung bersambut, di awal tahun 2020, dia mendapat kabar di daerahnya akan ada kegiatan pelatihan bisnis digital dari Shopee. Rokib mengikuti pelatihan tersebut hingga akhirnya membuka toko di Shopee yang diberi nama Rokibstore.

“Melalui Bimbel Shopee, Saya masih ingat saat pelatihan diajari cara upload produk yang baik dan menarik, cara menulis deskripsi yang dibutuhkan pembeli, sampai cara memahami persaingan harga dan strateginya seperti apa. Saya juga ingat waktu itu trainer-nya masih saya tanya-tanya terus setelah pelatihan,” ungkap Rokib.

Perlahan penjualan online Rokibstore mulai stabil. Dari yang sebelumnya mendapat 5 orderan per hari, kini meningkat menjadi 20 sampai 60 orderan per hari. Semangat Rokib untuk menjual ikan tak hanya mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. Dia ingin dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi puluhan keluarga nelayan di daerahnya. 

Baca juga: Cerita Natali, UMKM Asal Solo yang Sukses Pekerjakan 77 Karyawan

Rokib menilai dirinya hanya membantu mempromosikan secara digital hasil panen nelayan. “Para nelayan di sini harus terus melaut untuk berpenghasilan. Sementara pasar di pesisir ini sangat terbatas dan enggak semua nelayan melek teknologi. Jadi saya menganggap sedang membantu mempromosikan tangkapan mereka melalui Shopee. Pasar jadi lebih luas dan ikan mereka laku,” pungkas Rokib.

Tak hanya berdampak bagi nelayan, menjual secara online olahan ikan juga memberikan peluang pekerjaan dari UMKM. Seperti toko Ikan Asin Fatimah13 asal Tegal, Jawa Tengah. Toko ini menjual olahan ikan hasil tangkapan nelayan dari daerah pesisir Tegalsari dan Muarareja.

Pemilik toko, Indra Waluyo (34), mengatakan dirinya ingin menjual olahan ikan langsung ke tangan konsumen lokal dan luar kota. Sehingga, Indra memutuskan untuk berjualan ikan kering dan ikan asin secara online melalui Shopee. Indra juga melakukan sejumlah strategi untuk mengoptimalkan penjualan, hingga akhirnya usaha yang dia mulai bersama istri perlahan membesar.

Salah satu strategi berjualan online Ikan Asin Fatimah13 ialah pengemasan produk yang baik sehingga aman untuk pengiriman ke luar kota. Setelah konsisten menyediakan produk ikan olahan dari pesisir dan menjaga kualitas, kini Indra telah memiliki 7 karyawan untuk membantu mengembangkan usahanya.

“Setelah mengambil ikan dari para nelayan, kami mengemas dengan baik produk ikan untuk pengiriman ke luar kota yang dibeli melalui Shopee. Sekarang, setidaknya saya memberikan lapangan pekerjaan juga untuk karyawan yang merupakan warga pesisir dan keluarga nelayan,” ungkap Indra. 

Baca juga: Bisnis Ayam Hias, Irul Raup Untung hingga Ratusan Juta

Membuka toko olahan ikan secara online telah memberikan harapan baru cara menjual ikan hasil panen nelayan. Tak hanya berdampak positif bagi nelayan, tetapi juga memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat pesisir.

Shopee sebagai platform digital memiliki potensi penjualan yang cukup besar di era digital saat ini. Ikan tangkapan nelayan dapat dijual hingga ke penjuru daerah. Shopee membantu menciptakan ekosistem ekonomi mandiri yang dapat terus bergerak, bahkan hingga sampai ke pesisir. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 8, 2022, 9:38 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.