Januari 2022, Sistem Pembayaran Digital Melonjak Tajam

Januari 2022, Sistem Pembayaran Digital Melonjak Tajam

Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada perubahan pola aktivitas di masyarakat. Sebelumnya, setiap orang dapat melakukan aktivitas secara bebas, tapi pandemi membuat perilaku itu berubah. Setiap orang harus patuh pada protokol kesehatan dan membatasi mobilitas.

Kondisi serba keterbatasan itu, mendorong banyak sektor penggerak ekonomi melakukan inovasi. Salah satunya adalah digitalisasi produk, seperti sistem pembayaran digital.  Digitalisasi sistem pembayaran, dinilai dapat menjadi kunci untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional selain vaksinasi Covid-19.

Hal tersebut dilatarbelakangi adanya kemudahan melalui penggunaan teknologi untuk memfasilitasi kegiatan transaksi masyarakat di tengah pandemi. Transaksi kini dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun. Sehingga tak heran, nilai transaksi ekonomi dan keuangan digital di Indonesia mengalami peningkatan.

Baca juga: 5 Tren Akselerasi Digital Menurut Bank Indonesia

Data Bank Indonesia (BI) periode Januari 2022 menyebutkan, nilai transaksi uang elektronik mengalami peningkatan sebesar 66,65 persen year on year (yoy) menjadi Rp34,6 triliun. Begitu pula dengan nilai transaksi digital banking yang naik 62,82 persen yoy menjadi Rp4.314,3 triliun.

Nilai transaksi menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit juga meningkat menjadi Rp711,2 triliun atau naik sebesar14,39 persen yoy. Sementara volume dan nominal transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) meningkat tajam masing-masing naik sebesar 326 persen dan 290 persen (yoy).

Melihat tingginya kenaikan volume dan nominal transaksi QRIS selama periode Januari 2022, Bank Indonesia sejak 1 Maret 2022 telah meningkatkan limit transaksi QRIS dari semula Rp5 juta menjadi Rp10 juta per transaksi.

Baca juga: Apa Akibat Tidak Melakukan Pengkinian Data Perbankan?

Bank Indonesia sebagai bank sentral akan melanjutkan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran sebagai implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025, untuk mendorong pemulihan ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien.

Tak hanya bagi Indonesia, digitalisasi pembayaran juga dinilai dapat mendorong pemulihan ekonomi global. Oleh karena itu, digitalisasi pembayaran menjadi salah satu dari enam agenda prioritas jalur keuangan dalam Presidensi G20 Indonesia 2022. Di mana implementasi Roadmap Cross Border Payment menjadi salah satu pembahasannya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
March 31, 2022, 8:25 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.