DBS Treasures dan Bahana TCW Luncurkan Reksa Dana Syariah Kesehatan

DBS Treasures dan Bahana TCW Luncurkan Reksa Dana Syariah Kesehatan

Perbankan prioritas DBS Treasures dan Bahana TCW bekerja sama menghadirkan Reksa Dana Bahana Global Healthcare Sharia USD Equity untuk pertama kalinya di Indonesia. Produk ini merupakan instrumen investasi syariah yang berfokus pada industri sektor kesehatan di pasar luar negeri (offshore) serta mengintegrasikan Environmental, Social, Governmental (ESG) dalam pengelolaannya.

Instrumen ini melengkapi rangkaian produk investasi komprehensif yang menjadi solusi investasi bagi nasabah dalam mengelola dan mengembangkan kekayaan. Rudy Tandjung, Head of Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia mengatakan, DBS Treasures sebagai mitra manajemen kekayaan terus memperkaya pilihan solusi investasi yang dipersonalisasi dan dikomunikasikan kepada nasabah.

Melalui produk Bahana Global Healthcare Sharia USD Equity yang akan efektif tersedia mulai 25 Maret 2022, DBS Treasures membuka akses bagi nasabah yang ingin melakukan diversifikasi investasi denominasi USD, berfokus pada sektor kesehatan yang diperkuat inovasi teknologi yang sedang berkembang pesat.

Baca juga: Bank DBS Indonesia Dorong Pertumbuhan UMKM Lewat Aplikasi CARInih

“Nasabah dapat mengoptimalkan portofolio dengan menangkap peluang di saat yang tepat melalui fleksibilitas digital omni-channel yang mencakup phone instruction, dan aplikasi digibank by DBS yang memberikan kemudahan proses registrasi Single Investor Identity (SID), pembelian, penjualan, hingga switching reksa dana yang dapat dilakukan secara online dari mana pun dan kapan pun,” kata Rudi.

Merujuk pada data DBS Group CIO Insight, secara global sektor kesehatan merupakan salah satu sektor penting di mana alokasinya mencapai 11,4 persen di antara sektor-sektor lainnya. Salah satu indikator dari pertumbuhan sektor ini secara global dilihat dari pertumbuhan pembelanjaan kesehatan di Amerika Serikat yang meningkat dalam tiga dekade terakhir, di mana di tahun 2020 mencapai USD4 triliun.

Nilai ini setara dengan 20 persen produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat secara total, menjadikannya salah satu pembelanjaan negara terbesar. Hal ini selaras dengan beberapa negara besar lainnya, termasuk Tiongkok, Jepang, dan negara-negara Eropa.

Baca juga: DBS Treasures Private Client Perkuat Manajemen Terkurasi Lintas Generasi

Beberapa faktor pendukung pertumbuhan ini di antaranya meningkatnya populasi yang menua, pesatnya kebutuhan untuk penelitian dan pengembangan (R&D) kemajuan medis, serta teknologi kesehatan.

Marketing Director Bahana TCW Danica Adhitama menyampaikan, bersama DBS Treasures menghadirkan Reksa Dana Bahana Global Healthcare Sharia USD Equity untuk menjawab kebutuhan investor yang ingin memiliki eksposur lebih besar di sektor kesehatan offshore.

Dengan kerja sama ini, Bahana TCW berupaya untuk menghadirkan produk investasi yang lebih beragam bagi investor tanah air, terutama untuk memenuhi minat investasi di aset-aset dengan efek perusahaan bertaraf global.

Baca juga: Bahana TCW Proyeksikan Inflasi Ekonomi 2022 Meningkat 3 Persen

“Produk ini merupakan produk reksa dana syariah yang berfokus pada pasar saham Amerika Serikat yang saat ini terkonsentrasi pada sektor kesehatan. Produk ini juga dikelola aktif sesuai dengan prinsip-prinsip Environment, Social & Good corporate governance (ESG),” ungkapnya.

Berkolaborasi dengan Franklin Templeton yang memiliki pengalaman dalam rancangan strateginya, produk Reksa Dana Bahana Global Healthcare Sharia USD Equity menerapkan prinsip syariah dan mengintegrasikan ESG dalam pengelolaan portofolio produk.

Baca juga: DBS Treasures Pasarkan Reksa Dana Batavia Technology Sharia Equity USD

Perkembangan situasi menuju endemi saat ini didukung perkembangan teknologi yang akan mendorong pembuatan obat yang lebih efektif, pengoperasian data pasien yang kian efisien, layanan kesehatan yang semakin canggih, kemampuan para tenaga ahli yang semakin andal, serta pengalaman pasien yang semakin dimudahkan.

Kemajuan yang diprediksi akan terus berkembang tersebut akan berdampak pada permintaan yang semakin beragam, sehingga membuat industri kesehatan menjadi salah satu industri yang menjanjikan bagi para investor.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
March 16, 2022, 5:58 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.