Begini Simulasi Manfaat JHT Menurut Permenaker Baru

Begini Simulasi Manfaat JHT Menurut Permenaker Baru

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan menerbitkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT). Salah satu poinnya mengenai pembatasan pencairan dana JHT yang bisa dilakukan saat usia 56 tahun.

Permenaker tersebut ditandatangani oleh Menteri Ketenagakerjaaan Ida Fauziah pada 2 Februari 2022. Peraturan menteri ini akan mulai berlaku setelah tiga bulan terhitung sejak tanggal diundangkan. Artinya, beleid JHT ini akan berlaku mulai Mei 2022.

Baca juga: Isi Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 Soal JHT Cair Saat Usia 56 Tahun

Kementerian Ketenagakerjaan gencar melakukan sosialisasi Permenaker tersebut. Salah satunya dengan memberikan simulasi mengenai simulasi manfaat JHT. “Jika Koko di-PHK tanpa membayar iuran tambahan, maka berdasarkan Permenaker Nomor 2 Tahun 2022, manfaat yang diterima jauh lebih besar," tutur Kemnaker dalam akun Instagram resminya, Kamis (17/2/2022).

Simulasi Manfaat JHT

Dalam akun tersebut, mengilustrasikan Koko sebagai seorang pekerja di PT A dan mengalami PHK pada usia 30 tahun. Saat bekerja, upah yang dilaporkan sebesar Rp4.000.000 per bulan dengan masa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan selama 5 tahun.

Baca juga: Masih Ada Waktu, Ini Syarat dan Cara Mencairkan JHT Sebelum Usia 56 Tahun

Simulasi Permenaker No. 19 Tahun 2015

• Iuran JHT (5,7% x Rp4.000.000) = Rp228.000

• Total Iuran (60 bulan x Rp228.000) = 13.680.000

• Pengembangan 5 Tahun ± 5,7% per tahun = 2.120.310

• Total Manfaat JHT = Rp15.800.310

Simulasi Permenaker No. 2 Tahun 2022

Apabila tidak dicairkan sampai dengan usia 56 tahun, maka manfaat JHT yang diterima Koko sebesar Rp15.800.310 x 5,7% x 26 tahun = Rp66.775.213 (tanpa membayar iuran lanjutan).


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Feb. 18, 2022, 7:31 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.