Penting! Ini 6 Tips Membeli Asuransi Unit Link

Penting! Ini 6 Tips Membeli Asuransi Unit Link

Unit link adalah jenis asuransi yang mengkombinasikan asuransi permanen (whole life) dengan produk investasi. Dengan kelebihannya tersebut, proteksi sekaligus investasi, tidak heran banyak konsumen yang tertarik membeli produk asuransi unit link ketimbang produk asuransi tradisional yang hanya fokus menjual proteksi.

Namun sebaiknya konsumen jangan buru-buru terbuai dengan iming-iming kombinasi investasi dan proteksi dalam satu produk seperti yang ditawarkan unit link. Sebab, sama dengan produk investasi lainnya, unit link juga tidak bebas risiko. Salah satunya risiko penurunan nilai investasi.

Baca juga: Pahami Jenis Asuransi Unit Link dan Penempatan Dana Investasinya

Lantas, seperti apa tips yang harus dicermati sebelum membeli produk asuransi unit link? Simak tips dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berikut ini. 

1. Sesuaikan dengan Kebutuhan dan Kemampuan

Untuk mendapatkan manfaat proteksi, pemegang polis akan dikenakan biaya sesuai dengan jenis proteksi yang dipilih. Biaya tersebut akan mengurangi porsi investasi yang dapat dinikmati pemegang polis. Apabila proteksi yang dipilih nasabah beragam, maka biaya asuransi yang dibebankan semakin besar dan porso yang dapat diinvestasikan semakin kecil. Oleh karena itu, sesuaikan dengan kenutuhan proteksi finansial Anda dan kemampuan untuk membayar polis

2. {ahami Risiko Investasi di Asuransi Unit Link

Asuransi unit link merupakan kombinasi asuransi dan investasi yang memiliki risiko fluktuatif, naik dan turun nilai tergantung pada jenis investasi yang dipilih. Basanya perusahaan asuransi akan menawarkan jenis-jenis investasi dan menjelaskan imbal hasil dan risikonya.

Baca juga: Perkuat Perlindungan Konsumen, OJK Sempurnakan Ketentuan PAYDI dan Fintech Lending

3. Pahami Hak dan Kewajiban dalam Polis Asuransi

Baca dengan teliti apakah risiko-risiko yang diproteksi telah sesuai dengan kebutuhan yang didiskusikan dengan agen. Cermati isi polis pasal per pasal. Pada tahap awal cermati pasal yang mengatur risiko yang dijamin, risiko yang dikecualikan, kewajiban pembayaran premi dan konsekuensi keterlambatan, prosedur pelaporan klaim dan dokumen yang dibutuhkan serta prosedur pengaduan.

Biasanya, perusahaan asuaransi akan memberikan free look period bagi nsabah untuk dapat menyimpan isi polis dengan baik. Dalam masa itu, nasabah dapat membatalkan perjanjian apabila tidak menyetujui ketentuan dalam polis.

4. Agen Pemasar Bersertifikat Khusus

Beli asuransi unit link kepada pihak yang berkompeten seperti agen yang tersertifikasi dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) atau pialang asuransi. Asuransi bukan multilevel marketing (MLM) dan nasabah bukan agen pemasar. Waspada juga terhadap iming-iming komisi besar.

Baca juga: Mari Berkenalan Dulu dengan Unit Link

5. Evaluasi Polis Secara Berkala

Secara berkala, evaluasi kebutuhan proteksi dan investasi. Bila diperlukan dapat diminta perubahan jenis proteksi dan pilihan investasi.

6. Pastikan Terdaftar dan Diawasi OJK

Pastikan perusahaan dan produk asuransi terdaftar dan diawasi OJK. Cek ke Kontak 157 melalui telepon 157 atau WhatsApp 081157157157 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Feb. 11, 2022, 7:14 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.