Tumbuh 8,2 Persen, Total Kredit BCA Mencapai Rp637 Triliun

Tumbuh 8,2 Persen, Total Kredit BCA Mencapai Rp637 Triliun

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan entitas anak menutup tahun 2021 dengan pertumbuhan total kredit sebesar 8,2 persen menjadi Rp637,0 triliun di Desember 2021, lebih tinggi dari target pertumbuhan 6 persen. Pertumbuhan kredit terjadi hampir di semua segmen, terutama ditopang oleh segmen korporasi dan KPR.

Dalam paparan Laporan Kinerja Keuangan BCA 2021, penyaluran kredit baru di segmen korporasi tumbuh dua kali lipat dibandingkan level pra-pandemi, sementara untuk segmen UKM dan KPR juga mampu melebihi capaian di tahun 2019.

Inovasi digital dan pengembangan ekosistem bisnis mendorong frekuensi transaksi online mencetak rekor tertinggi. Capaian ini mendukung dana giro dan tabungan (CASA) naik 19,1 persen YoY di Desember 2021.

Baca juga: Waspada! Marak Penipuan Investasi Aset Kripto Skema Ponzi

Pertumbuhan dana dan kredit disertai dengan peningkatan kualitas aset, sehingga biaya provisi tercatat menurun 19,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, BCA dan entitas anak membukukan laba bersih sebesar Rp31,4 triliun di tahun 2021, atau tumbuh 15,8 persen yoy. 

Pertumbuhan kredit BCA diikuti oleh perbaikan kualitas pinjaman, sejalan dengan kredit yang direstrukturisasi berangsur kembali ke pembayaran normal. Rasio loan at risk (LAR) turun ke 14,6 persen di tahun 2021, dibandingkan dengan 18,8 persen di tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan) terjaga sebesar 2,2 persen didukung oleh kebijakan relaksasi restrukturisasi. 

Di sisi pendanaan, CASA tumbuh 19,1 persen yoy mencapai Rp767,0 triliun, berkontribusi hingga 78,6 persen dari total dana pihak ketiga. Deposito juga tumbuh 6,1 persen yoy menjadi Rp208,9 triliun. Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga naik 16,1 persen YoY menjadi Rp975,9 triliun, sehingga turut mendorong total aset BCA naik 14,2 persen yoy mencapai Rp1.228,3 triliun.

Solidnya pendanaan CASA ditopang oleh kepercayaan nasabah, serta kemudahan dan keandalan bertransaksi. Dalam mengembangkan platform perbankan transaksi, BCA memperkuat ekspansi ekosistem digital melalui kolaborasi dengan mitra strategis serta melakukan berbagai inovasi layanan digital.

Pada tahun 2021, total volume transaksi naik 42 persen yoy, terutama didukung oleh transaksi pada mobile banking yang tumbuh sebesar 60 persen yoy. Hal ini selaras dengan kenaikan jumlah rekening nasabah BCA sebesar 16 persen yoy mencapai 29 juta di akhir tahun 2021, yang sebagian besar berasal dari layanan pembukaan rekening secara online

Sejalan dengan pencapaian itu, kredit korporasi naik 12,3 persen secara tahunan (yoy) mencapai Rp286,5 triliun di Desember 2021, menjadi penopang utama pertumbuhan total kredit BCA. KPR, yang menjadi kontributor tertinggi kedua, tumbuh 8,2 persen yoy menjadi Rp97,5 triliun.

Baca juga:  BCA Resmi Implementasikan BI-FAST Tahap Pertama

Kredit komersial dan UKM juga naik 4,8 persen yoy menjadi Rp195,8 triliun. Sementara itu, KKB terkoreksi 2,4 persen yoy menjadi Rp36,0 triliun, dan saldo outstanding kartu kredit tumbuh 5,2 persen YoY menjadi Rp11,8 triliun. Total portofolio kredit konsumer naik 5,1 persen yoy menjadi Rp148,4 triliun.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja menyatakan, pada 2021 penyaluran kredit untuk sektor-sektor berkelanjutan mencapai Rp154,4 triliun atau naik 20,9 persen YoY, jauh di atas target pertumbuhan 5,5 persen.

“Nilai ini berkontribusi 24,8 persen bagi total portofolio kredit, di antaranya mencakup pembiayaan kepada sektor UKM, pengelolaan sumber daya alam hayati dan lahan yang berkelanjutan, transportasi ramah lingkungan, energi terbarukan, produk eco-efficient, pengelolaan air dan air limbah, hingga efisiensi energi,” tuturnya. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Feb. 2, 2022, 9:25 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.