Urgensi Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Masa Pandemi COVID-19

Urgensi Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Masa Pandemi COVID-19

Hampir dua tahun pandemi COVID-19 melanda negeri ini. Selama itu juga banyak sendi-sendi ekonomi berguguran. Dunia kerja menjadi lumpuh. Ratusan ribu orang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Pandemi Covid-19 sangat berdampak signifikan di sektor dunia kerja.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, per Agustus 2021 terdapat 21,32 juta orang atau 10,32 persen penduduk usia kerja yang terdampak COVID-19. Jumlah itu terdiri dari pengangguran karena COVID-19 (1,82 juta orang),

Sedangkan, jumlah Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena COVID-19 sebanyak 700 ribu orang. Ditambah lagi jumlah yang tidak bekerja karena COVID-19 mencapai 1,39 juta orang, dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena COVID-19 jumlahnya 17,41 juta orang.

Baca juga: Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan, Apa Manfaatnya?

Bukan hanya PHK, ada ribuan pekerja pun terpapar COVID-19. Longgarnya penerapan protokol kesehatan (prokes) dan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) membuat para pekerja menjadi ‘korban’ COVID-19.

Berdasarkan data tersebut, sangat penting untuk melakukan pencegahan penularan COVID-19 di tempat kerja. Salah satu upayanya dengan mendorong pemimpin perusahaan menerapkan pencegahan penyakit di tempat kerja melalui protokol kesehatan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Manajemen perusahaan harus melakukan langkah-langkah protokol kesehatan, menerapkan hygiene dan sanitasi, pengaturan tempat kerja seperti jarak antar tempat duduk, ventilasi, dan kapasitas maksimum dalam ruangan.

Baca juga: Apa itu Digital Nomad yang Sedang Tren di Dunia Kerja?

Bukan hanya manajemen, pekerja pun harus taat melaksanakan program K3 dan protokol kesehatan sesuai aturan di tempat kerja. Protokol kesehatan juga harus dilakukan oleh pekerja pada saat sebelum berangkat bekerja, pada saat di perjalanan, dan sebelum masuk ke ruang kerja.

Ada tujuh implementasi kesehatan di tempat kerja antara lain penguatan regulasi dan harmonisasi, penguatan layanan kesehatan kerja, pengendalian faktor risiko kesehatan di tempat kerja, pembinaan SDM dan profesi kesehatan kerja, data dan informasi terintegrasi, pengawasan kesehatan kerja, dan pengembangan riset dalam upaya mendukung program K3.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Naikkan Manfaat Program JKK dan JKM

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan Riskiyana Sukandhi Putra saat acara Seminar Nasional Peringatan Hari K3 Sedunia dan Hari Buruh menegaskan, kondisi pandemi COVID-19 membuktikan bahwa K3 jadi kunci penting dalam upaya perlindungan pekerja dan kelangsungan usaha.

“Kalau saja K3 khususnya bidang kesehatan kerja diterapkan secara efektif bisa meminimalisasi dampak COVID-19. Artinya memang peran K3 sangat penting dalam pencegahan penyakit COVID-19. Implementasi kesehatan kerja harus dilakukan dan ini menjadi titik poin pencegahan penularan COVID-19 di tempat kerja,” katanya Rabu (4/5/2021).


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Jan. 18, 2022, 9:26 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.