Gandeng Telkom University, Tokocrypto Buka Pusat Inovasi Blockchain di Bandung

Gandeng Telkom University, Tokocrypto Buka Pusat Inovasi Blockchain di Bandung

Tokocrypto terus berupaya memberikan kontribusi positif melalui pemanfaatan teknologi blockchain. Untuk melanjutkan ketahapan selanjutnya, Tokocrypto berkolaborasi dengan Telkom University menghadirkan pusat inovasi blockchain bernama ‘Pojok Kripto’ untuk memberikan literasi kepada sivitas akademika dan masyarakat.

Kehadiran Pojok Kripto di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Telkom University, Bandung ini sejalan dengan rangkaian program TokoScholars, sebuah inisiatif Tokocrypto untuk mengenalkan aset kripto bersama ekosistemnya kepada masyarakat luas.

"Tokocrypto bersama dengan Telkom University meluncurkan Pojok Kripto, sebuah dedicated space dengan tujuan sebagai pusat inovasi, di mana masyarakat dan sivitas akademika dapat belajar dan mengambil kelas khusus untuk memahami teknologi blockchain dan aset kripto," kata Chief Operating Officer (COO) Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda.

Baca juga: Belajar dari Viralnya NFT Ghozali, Buka Potensi Aset Digital di Indonesia

Menurut Manda, blockchain tidak hanya dikaitkan dengan currency saja, tapi dapat digunakan dalam banyak hal dengan menggunakan smart contracts dan decentralized autonomous organization (DAO) baik itu di sektor pemerintahan, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan akan menciptakan potensi yang besar. Blockchain punya keunggulan dari sisi keamanan, transparan dan kecepatan transaksi.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University Ratri Wahyuningtyas mengatakan kerja sama ini dapat memberikan wawasan bagi para mahasiswa dan pengajar mengenai penggunaan blockchain. “Tantangannya saat ini adalah terkait pada pemanfaatan dan pengaplikasiannya bagaimana Blockchain dapat mengubah perekonomian suatu negara secara efektif dan efisien," katanya.

Teknologi blockchain bisa berkontribusi pada perdagangan ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan tumbuh pesat delapan kali lipat pada 2030, dari saat ini sekitar Rp632 triliun menjadi Rp4.531 triliun pada 2030. Angka itu sebesar 18 persen dari total PDB Nasional. Sementara, riset PwC mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$1,76 triliun pada 2030.

Baca juga: Market Aset Kripto DiprediksiMembaik, Setelah Lalui Masa Sulit Awal 2022

Dalam kerja sama ini, Manda menambahkan Tokocrypto akan mendukung penuh segala bentuk penelitian yang berkaitan dengan blockchain dan aset kripto. Hal ini diharapkan dapat memperdalam dan memperluas penetrasi teknologi blockchain ke seluruh penjuru Indonesia.

"Tantangan bagi kami saat ini adalah bagaimana mencari talenta teknologi di bidang blockchain dapat berkontribusi untuk Indonesia. Kerja sama ini dapat memberdayakan talenta lokal untuk mengembangkan kapasitasnya di Tanah Air," pungkasnya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Jan. 17, 2022, 10:29 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.