Lewati Target, Penerimaan Pajak 2021 Capai 100,19 persen

Lewati Target, Penerimaan Pajak 2021 Capai 100,19 persen

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat neto penerimaan pajak sampai dengan tanggal 26 Desember 2021 telah melebih target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2021.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Rapat Pimpinan Nasional IV DJP di Kantor Pusat DJP. Di tengah pandemi Covid-19, di saat pemulihan ekonomi masih berlangsung, DJP mampu mencapai target 100 persen bahkan sebelum tutup tahun.

“Sampai dengan tanggal 26 Desember 2021, jumlah neto penerimaan pajak sebesar Rp1.231,87 triliun. Jumlah tersebut sama dengan 100,19 persen dari target yang diamanatkan dalam APBN Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp1.229,6 triliun,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Baca juga: Tarif Baru Pajak Penghasilan Orang Pribadi Sesuai UU HPP

Berdasarkan catatan DJP, tercatat sejumlah 138 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di seluruh Indonesia berhasil mencapai target penerimaan pajak lebih dari 100 persen dari target yang telah ditetapkan pada masing-masing KPP.

Ada tujuh Kantor Wilayah (Kanwil) DJP yang berhasil mencapai target lebih dari 100 persen dari target yang ditetapkan, yaitu Kanwil DJP Jakarta Selatan I, Kanwil DJP Wajib Pajak besar, Kanwil DJP Jakarta Khusus, Kanwil DJP Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara, Kanwil DJP Kalimantan Barat, Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah, serta Kanwil DJP Jakarta Utara.

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo mengungkapkan, kebahagiaan atas keberhasilan DJP mencapai target penerimaan pajak 2021 setelah 12 tahun penantian dan perjuangan tanpa henti. Banyak faktor yang mewujudkan keberhasilan ini, tetapi yang paling utama adalah dukungan dan partisipasi seluruh wajib pajak yang telah taat dan patuh membayar pajak.

Baca juga: Ini Daftar Orang tidak Kena Pajak Berdasarkan UU HPP

Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras 46 ribu lebih pegawai DJP. Namun, euforia akan keberhasilan ini hendaknya tidak berlebihan. Ke depan, tantangan akan semakin berat. Tahun 2022 akan menjadi tahun yang sangat krusial, yaitu tahun terakhir defisit APBN boleh melebihi 3 persen.

Suryo mengingatkan, tahun 2023 harus sudah di bawah 3 persen. Sementara, ketidakpastian risiko pandemi Covid-19 masih membayangi. Penerimaan negara tentu dituntut semakin besar untuk dapat menutupi defisit APBN tersebut.

Oleh sebab itu, DJP akan tetap mengevaluasi kinerja tahun 2021 ini. DJP akan menyisir kembali yang telah terjadi di tahun 2021 untuk mempersiapkan diri menjalani tahun 2022. Kinerja dan strategi yang sudah baik akan dilanjutkan di tahun 2022, kinerja dan strategi yang kurang baik akan diperbaiki dan jika perlu diganti.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Dec. 29, 2021, 8:47 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.