Kolaborasi dengan Agoda, Cover Genius Hadirkan Perlindungan Perjalanan Wisata

Kolaborasi dengan Agoda, Cover Genius Hadirkan Perlindungan Perjalanan Wisata

Cover Genius menjalin kemitraan dengan Agoda untuk menawarkan perlindungan perjalanan yang komprehensif bagi para traveler. Dengan kolaborasi yang terjalin ini, konsumen Agoda dapat menikmati ketenangan pikiran dengan perlindungan yang terencana untuk setiap perjalanan dan didukung pembayaran klaim yang instan.

Terjalinnya kemitraan ini mengikuti riset yang baru-baru ini dilakukan oleh Momentive.ai dan Cover Genius. Riset tersebut menunjukkan bahwa 32 persen traveler Indonesia berencana untuk beralih dari penyedia asuransi perjalanan mereka karena tidak puas dengan cakupan pertanggungan dan buruknya pengalaman pengajuan klaim.

Faktanya, sebagian besar Indonesia (61 persen) lebih memilih untuk membeli asuransi perjalanan langsung dari penyedia atau agen perjalanan mereka untuk liburan mereka berikutnya. Hal tersebut mengindikasikan bahwa orang Indonesia memiliki preferensi tertinggi untuk asuransi perjalanan tertanam secara global.

Baca juga: Industri Pariwisata Indonesia Diprediksi Pulih pada 2022

Dalam melakukan surveinya, Cover Genius memperhatikan 522 traveler Indonesia untuk lebih memahami sentimen terhadap asuransi perjalanan, jalur distribusi yang dipilih untuk mendapatkannya, dan pengalaman mereka saat mengajukan klaim.

Bila membandingkan pembelian asuransi perjalanan baru-baru ini dengan preferensi pembelian di masa mendatang, dari traveler yang sebelumnya membeli perlindungan perjalanan dari agen perjalanan, 75 persen akan melakukannya lagi (tingkat "penggunaan berulang" tertinggi di wilayah APAC).

Sementara 45 persen traveler yang sebelumnya sudah membeli perlindungan perjalanan dari perusahaan asuransi online mengatakan bahwa mereka akan beralih ke penyedia perlindungan perjalanan lain. Angka tersebut merupakan yang tertinggi kedua secara global dan menunjukkan ketidakpuasan mendalam terhadap perusahaan asuransi online sejak pandemi terjadi.

Baca juga: Sandiaga Uno: Target Pariwisata Berubah dari Kuantitas Menjadi Kualitas

Temuan juga menunjukkan bahwa 70 persen traveler Indonesia mendapatkan asuransi perjalanan untuk melindungi diri mereka dari masalah terkait COVID-19 sejak Maret 2020, dengan 17 persen di antaranya pernah ditolak saat mengajukan klaim terkait Covid-19. Ini adalah tingkat tidak ter-cover tertinggi di Asia Tenggara.

Managing Director Cover Genius area APAC Arijit Chakraborty mengatakan, sejak awal Covid-19, jaringan mitra perjalanan kami telah peningkatan 6konversi mencapai 647 persen, menunjukkan tingginya kebutuhan akan perlindungan perjalanan. Dalam kondisi saat ini, perusahaan digital terkemuka di negara ini, baik maskapai penerbangan, Online Travel Agent (OTA), pelayaran.

“Bahkan bank dan fintech perlu bersandar pada insurtech untuk memberikan perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan mereka, daripada mengandalkan perusahaan asuransi konvensional pada saat mereka membutuhkannya,” katanya.

Baca juga: 5 Tips Agar Selalu Aman Saat Long Stay di Masa Pandemi

Di samping itu, ketika diminta untuk menilai pengalaman klaim mereka, para pelanggan memberikan nilai Net Promoter Score (NPS) -8 untuk semua sumber asuransi perjalanan (penyedia/agen perjalanan, asuransi online, asuransi kesehatan, atau kartu kredit).

Pelanggan Indonesia yang membeli asuransi dari perusahaan asuransi kesehatan mereka menilai pengalaman mereka dengan NPS pasca-klaim -43 dan waktu penyelesaian rata-rata 17 hari. Sementara NPS pasca-klaim Cover Genius berada di +65, skor tertinggi yang dipantau secara independen untuk perusahaan asuransi mana pun di seluruh dunia.

Penelitian juga menunjukkan korelasi antara NPS dan waktu penyelesaian untuk klaim, yang menggambarkan bahwa klaim yang didukung oleh pembayaran cepat, kebijakan yang lebih jelas, pembaruan status online, pengarsipan online, dan penghindaran entri ulang data dapat meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan.

Baca juga: 5 Tren Liburan Mulai dari Road Trip hingga Staycation di Alam

“Sebagaimana pelanggan mengharapkan pengalaman digital pertama, sekaranglah saatnya bagi merek-merek besar untuk meningkatkan dan melindungi pelanggan dengan produk perlindungan tertanam yang sangat relevan untuk masa depan, di mana pelanggan semakin menginginkan penawaran perlindungan ditawarkan oleh brand favorit mereka,” kata Chakraborty.

Studi ini dilandasi pada dua laporan yang menunjukkan pelanggan memiliki preferensi kuat untuk perlindungan tertanam di bank berdasarkan pemantauan transaksi, dan mereka menginginkan ketenangan untuk mengetahui bahwa perusahaan favorit mereka dapat menyesuaikan jaminan dan asuransi sesuai kebutuhan.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Dec. 20, 2021, 9:11 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.