Aturan PPKM Level 1 Jakarta Saat Natal dan Tahun Baru

Aturan PPKM Level 1 Jakarta Saat Natal dan Tahun Baru

Menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor  Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1473 Tahun 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 di Jakarta.

Beleid yang dapat diunggah di situs Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Pemprov DKI Jakarta menetapkan pemberlakukan PPKM Level 1 selama 21 hari terhitung sejak 14 Desember 2021 sampai 3 Januari 2022.

Pemberlakuan PPKM Level 1 di Jakarta ini dengan ketentuan pada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022 berlaku pembatasan kegiatan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19 pada saat Natal dan tahun baru 2022.

Baca juga: Direvisi, UMP DKI Jakarta 2022 Naik Jadi Rp4,64 Juta

Dalam Kepgub DKI Jakarta dijelaskan, selama masa PPKM Level 1, setiap orang yang melakukan aktivitas pada masing-masing sektor atau tempat harus sudah divaksinasi minimal dosis pertama, kecuali bagi yang masih dalam masa tenggang tiga bulan pasca terkonvirmasi Covid-19 yang dibuktikan dengan hasil laboratorium.

Bpengecualian juga diberikan kepada orang yang kontraindikasi dilakukan vaksinasi Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan medis dengan bukti surat keterangan dokter dan anak-anak usia kurang dari 12 tahun.

Bagi yang sudah divaksinasi harus menunjukkan bukti status telah divaksin melalui aplikasi Jakarta KIni (JAKI), sertifikasi vaksinasi di aplikasi PeduliLindungi atau bukti vaksinasi yang dilakukan oleh lembaga yang berwenang.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 6-11 Tahun Dimulai 14 Desember 2021

Berikut beberapa aturan PPKM Level 1 DKI Jakarta berdasarkan Kepgub DKI Nomor 1473 Tahun 2021:

Kegiatan Peribadatan

1. Dapat mengadakan kegiatan peribadatan atau keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM Level 1 dengan maksimal 75 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan memperhatikan ketentuan teknis dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

2. Dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19 pada saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022, khususnya pada tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022, pelaksanaan ibadah dan peringatan Hari Raya Natal Tahun 2021 berpedoman pada ketentuan teknis dari  Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kegiatan Moda Transportasi

1. Kendaraan umum, angkutan massal, taksi (konvesional dan online), dan kendaraan sewa atau rental diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

2. OJek (onlne dan pangkalan), penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Baca juga: Jadi KRIS JKN, Kelas BPJS Kesehatan Dihapus Mulai 2022

Kegiatan Belajar Mengajar

Pelaksanaan pembelajaran di satuan penddikan dasar dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKS/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen, kecuali untuk SDLB, MILB, SMPLB, SMALB, dan MALB maksimal 2 persen sampai 100 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

PAUD maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas. Pembagian Rapor semester 1 dan libur sekolah berpedoman pada ketentuan teknis dari Kementerian pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

Fasilitas Kesehatan

Fasilitas kesehatan beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Baca juga: Apa itu Digital Nomad yang Sedang Tren di Dunia Kerja?

Kegiatan Sektor Kebutuhan Sehari-hari

1. Supermarket, hypermatket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat, khusus pasar induk dapat beroperasi sesuai dengan jam operasional. Untuk supermatket dan hypermarket wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

2. Apotek dan toko obat dapat buka 24 jam dan dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

3. Pasar rakyat yang menjual non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

4. Pedagang kaki lima, toko kelontong, ageng/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Dec. 20, 2021, 9:24 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.