Mendesain Isi Rumah Kece ala BiasalahAnakMuda

Mendesain Isi Rumah Kece ala BiasalahAnakMuda

Memiliki rumah menjadi impian bagi semua orang, khususnya pasangan. Dalam mengisi rumah idaman, banyak aspek yang perlu diperhatikan. Mulai dari penentuan alokasi budget, perencanaan desain rumah yang diinginkan hingga pertimbangan prioritas dalam mengisi rumah itu sendiri.

Dengan melakukan perencanaan secara jelas dan teratur, tidak hanya menghindari pengeluaran yang berlebih, tetapi Anda juga mengatur keuangan keluarga menjadi lebih sehat sehingga terhindar dari perilaku konsumtif.

Apa saja sih langkah dalam mengisi rumah yang ramah kantong? Pastinya, semua orang ingin membangun rumah sesuai dengan kriteria desain yang diinginkan, nyaman untuk beraktivitas, beristirahat dan berkumpul dengan keluarga tapi tetap terjaga pengeluarannya.

Baca juga: Rumah.com: Harga dan Suplai Hunian Masih Tetap Naik

BiasalahAnakMuda (@biasalahanakmuda) mengibaratkan, mengisi rumah itu seperti menyetir kendaraan di jalan komplek. “Pelan-pelan aja nanti juga sampe. Rumah yang nyaman itu bukan cuma bentuknya saja, ternyata isi di dalamnya juga harus bisa buat nyaman dan betah,” katanya.

Berikut tips dari BiasalahAnakMuda bagi siapapun yang ingin membangun rumah impian, terutama mengenai interior rumah:  

1. Tentukan Gaya Interior Rumah

Agar tidak bingung, maka tentukan dahulu gaya interior rumah yang diinginkan. Ada banyak pilihan mulai dari gaya industrial, gaya scandinavian, gaya tropis, gaya gothic, gaya american, gaya european atau gaya orient.

Cari tahu ciri khas gaya interior rumah tersebut. Sesuaikan dengan yang diinginkan. Salah satu yang paling favorit ada gaya industrial dengan material dan furnitur yang minim finishing. Barang-barang yang bersifat kasar dan apa-adanya paling cocok untuk interior seperti ini.

Baca juga: Ada 74 Persen Masyarakat Indonesia Tidak Punya Rumah

2. Phasing Strategy

Agar tabungan tidak lenyap secara mistis, dan sebulan ke depan malah ketat pengeluaran untuk asupan makan, kita harus membuat phasing strategy atau skala prioritas. Artinya pisahkan mana yang harus sekarang, mana yang bisa nanti-nanti.

Selain itu, ada tiga fase penting dalam mengisi rumah. Pertama, to move in, di mana perabotan dasar yang membantu kita bertahan hidup di rumah baru. Misalnya tempat tidur, toilet, kompor, kulkas, dan AC (terutama buat yang tinggal di daerah hareudang), untuk fase pertama ini tipikal rentang waktunya antara 1-3 bulan.

Kedua to be nice, yaitu keperluan yang tidak mendasar tapi membuat hidup kita semakin nyaman. Misalnya, sofa, TV, dekorasi, tanaman hias, biasanya dibeli di antara 2-6 bulan pertama. Ketiga, to be perfect yang sifatnya tersier, dibeli saat punya rejeki lebih agar interior semakin cakep, misalnya kitchen set, piano, atau built-in furnitur. Keperluan ini bisa dipenuhi sampai 6-12 bulan awal.

Baca juga: Bank Mandiri Luncurkan Aplikasi Rumah Idamanku (RIKu)

3. Harus Punya Opsi

Sebelum membeli perabotan dan furnitur, pastikan Anda punya pilihan sehingga keputusan yang dibuat jadi objektif, terutama yang berpasangan. Opsi atau pilihan itu bisa berupa jenis material, warna, ukuran, atau bahkan vendor. Dengan punya opsi, kita bisa membandingkan mana yang paling cocok dengan budget kita.

Misalnya saat ingin membeli pot tanaman, bandingkan 2-3 dengan bentuk atau material yang berbeda, atau saat akan mendekorasi bagian rumah dengan cat, bandingkan 2-3 pilihan warna. Jangan sampai menyesal saat sudah beli.

4. Do it Yourself

Banyak kasus dimana beberapa barang yang ada di pasaran, tidak sesuai dengan keinginan, selera, atau budget kita. bahkan kadang kita malah ingin sesuatu yang custom-made. Nah salah satu solusinya adalah dengan cara Do-It-Yourself.

Baca juga: Gandeng 3 Konsultan, Synthesis Huis Bangun Rumah Berkonsep Artisan

5. Barang Easy Maintenance

Harus dipikirkan dulu sebelum membeli suatu barang. Takutnya kadang malah pemakaiannya bisa boros. Sebelum beli, tanya dan baca dulu mengenai perawatannya. Cari produk yang lebih sustainable.

6. Rajin

Nah yang penting, pengetahuan kita mengenai jenis dan spesifikasi produk itu penting loh. Harus sering rajin-rajin mempelajari dan membandingkan setiap produk agar sesuai keinginan kamu. Intinya jangan sampai salah beli dan ujung-ujung nya malah boros untuk ganti yang baru.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Dec. 7, 2021, 9:52 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.