Kinerja Q3 2021: Total Transaksi Bukalapak Tumbuh 49 Persen

Kinerja Q3 2021: Total Transaksi Bukalapak Tumbuh 49 Persen

Kinerja keuangan PT Bukalapak.com Tbk (Bukalapak) menunjukkan pertumbuhan positif di kuartal ketiga 2021 (3Q21). Hal itu ditunjukkan dari Total Processing Value (TPV) yang tumbuh sebesar 45 persen dan pada 9 bulan pertama tahun 2021 (9M21) tumbuh 51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp31,2 triliun pada 3Q21 dan Rp87,9 triliun pada 9M21.

Pertumbuhan TPV Perseroan didukung oleh peningkatan jumlah transaksi sebesar 25 persen dan kenaikan sebesar 21 persen pada Average Transaction Value (ATV) sepanjang 9 bulan pertama di 2020 (9M20) sampai dengan 9M21. Sebanyak 73 persen TPV Perseroan berasal dari luar daerah Tier 1 di Indonesia, di mana penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi warung serta toko ritel tradisional terus menunjukan pertumbuhan yang kuat.   

Mitra Bukalapak merupakan penggerak utama pertumbuhan Perseroan; dimana TPV Mitra pada 3Q21 dan 9M21 masing-masing bertambah sebesar 129 persen menjadi Rp16,0 triliun dan 179 persen menjadi Rp40,0 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi Mitra terhadap TPV Perseroan meningkat dari 33 persen pada 3Q20 menjadi 51 persen pada 3Q21.

Baca juga: Bank DBS Indonesia Salurkan Pinjaman Rp2 Triliun ke Bukalapak

ATV Mitra pada 9M21 tumbuh sebesar 63 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Hal ini didukung oleh berkembangnya variasi produk dan jasa yang ditawarkan oleh Bukalapak kepada para Mitra. Pada akhir September 2021, jumlah Mitra yang telah terdaftar mencapai 10,4 juta, meningkat dari 6,9 juta pada akhir Desember 2020.

Pendapatan Bukalapak pada kuartal ketiga 2021 tumbuh sebesar 58 persen dari tahun sebelumnya, menjadi Rp484 miliar, dan pendapatan 9M21 tumbuh 42 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp1,3 triliun. Pertumbuhan pendapatan Bukalapak terakselerasi dari 37 persen Yoy di 2Q21 menjadi 58 persen yoy di 3Q21, dimana kuartal 3Q21 juga menyumbang perkembangan pendapatan sebesar 10 persen qoq.

Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020, pendapatan Mitra Bukalapak pada 3Q21 tumbuh sebesar 258 persen menjadi Rp206 miliar, meningkat 42 persen dibandingkan 2Q21, sementara pendapatan pada 9M21 untuk Mitra Bukalapak tumbuh sebesar 298 persen menjadi Rp496 miliar. Kontribusi Mitra Bukalapak terhadap pendapatan Perseroan meningkat dari 19 persen pada 3Q20 menjadi 43 persen pada 3Q21.

Baca juga: Pendapatan Bukalapak Tumbuh 35 Persen di Semester Pertama 2021

Perseroan terus fokus pada strategi untuk mencapai pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan, diiringi dengan pengelolaan yang baik terhadap biaya operasional. Pada periode 9M21, rasio beban operasional terhadap TPV turun menjadi 2,7 persen dibandingkan di periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 3,9 persen.

Pada periode 3Q21, beban operasional meningkat 27 persen Yoy; sedangkan pada periode 9M21, beban operasional hanya meningkat 4 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, dikarenakan berbagai inisiatif baru yang diluncurkan oleh Bukalapak. Rasio biaya operasional pada 3Q20 terhadap TPV menurun dari 3,0 persen menjadi 2,7 persen di 3Q21.

Margin kontribusi Bukalapak setelah beban penjualan dan pemasaran menunjukkan peningkatan dari -0,4 persen terhadap TPV pada 9M20 menjadi -0,2 persen terhadap TPV di 9M21. Margin kontribusi Marketplace Bukalapak setelah beban penjualan dan pemasaran meningkat dari -0,1 persen terhadap TPV di 9M20 menjadi 0,01 persen di 9M21. Sementara margin kontribusi Mitra setelah beban penjualan dan pemasaran membaik dari -0,3 persen terhadap TPV di 9M20 menjadi -0,2 persen di 9M21.

Baca juga: Mandiri Buka Akses Keuangan untuk 1,5 Juta Warung Mitra Bukalapak

Bukalapak juga terus berhasil menekan kerugian Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA)-nya. Kerugian EBITDA pada 9M21 15 persen lebih baik dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, dengan rasio kerugian EBITDA terhadap TPV yang membaik menjadi 1.2 persen di 9M21, dari 2.2 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Bukalapak mampu menekan kerugian operasionalnya sebesar 13 persen menjadi Rp1,2 triliun di 9M21 dari Rp1,4 triliun pada 9M20. Pada 9M21, Perseroan berhasil mengurangi kerugian bersihnya sebesar 19 persen menjadi Rp1,1 triliun, dari Rp1,4 triliun pada 9M20.

Di samping peningkatan efisiensi yang diiringi dengan pertumbuhan yang kuat, Bukalapak juga memiliki permodalan yang kuat dengan posisi kas Perseroan sebesar Rp23,6 triliun pada akhir September 2021.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Dec. 6, 2021, 1:55 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.