OJK Luncurkan Roadmap Pengembangan Industri BPR dan BPRS

OJK Luncurkan Roadmap Pengembangan Industri BPR dan BPRS

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia (RP2I) 2021 – 2025 bagi industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) untuk meningkatkan kontribusi nyata BPR dan BPRS bagi masyarakat dan perekonomian di daerah.

Dalam seremonial virtual peluncuran roadmap tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana, menjelaskan bahwa roadmap ini merupakan pedoman bagi industri BPR dan BPRS termasuk otoritas, instansi atau lembaga terkait untuk semakin mengembangkan industri BPR dan BPRS.

"Roadmap ini akan menjadi acuan bagi para pemangku kepentingan ke depan dan menjadi arah jalan untuk menghadapi berbagai tantangan dan peluang untuk mewujudkan industri BPR dan BPRS menjadi bank yang agile, adaptif, kontributif dan resilient dalam memberikan akses keuangan kepada UMK dan masyarakat di daerah," kata Heru dalam keterangan resminya, Selasa (30/11/2021).

Baca juga: OJK Bentuk Task Force Keuangan Berkelanjutan Sektor Jasa Keuangan

Dalam roadmap ini, OJK memberikan ruang bagi BPR dan BPRS untuk menyalurkan kredit atau pembiayaan kepada debitur di luar wilayah operasionalnya. Mekanisme tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan fintech lending dengan skema many to one dalam bentuk sindikasi antar-BPR, yang memiliki jaringan kantor pada wilayah domisili dan atau lokasi usaha calon peminjam.

"Dengan berbagai langkah dalam peta jalan ini, BPR dan BPRS diharapkan dapat bersinergi dengan seluruh industri di sektor jasa keuangan, sehingga pada akhirnya BPR dan BPRS dapat tumbuh dan berkembang untuk meningkatkan inklusi keuangan atau akses keuangan di wilayahnya," kata Heru.

OJK juga mendorong upaya digitalisasi BPR dan BPRS yang dilakukan secara mandiri maupun melalui kerjasama dengan institusi atau lembaga seperti bank umum, fintech lending dan perusahaan fintech lainnya, e-commerce maupun ekosistem digital lainnya.

Baca juga: BI Terapkan 7 Prinsip Perlindungan Konsumen

Roadmap industri BPR dan BPRS mengusung empat pilar utama. Pertama, penguatan Struktur dan Keunggulan Kompetitif, sebagai aspek fundamental untuk meningkatkan daya saing BPR dan BPRS melalui penguatan permodalan, konsolidasi, penerapan tata kelola dan manajemen risiko, serta produk dan layanan yang inovatif.

Pilan kedua adalah akselerasi transformasi digital, untuk mendukung peningkatan daya saing BPR dan BPRS terkait produk dan layanan digital dengan mengutamakan sinergi dan kolaborasi dengan lembaga lain.

Ketiga, penguatan Peran BPR dan BPRS terhadap Daerah atau Wilayahnya, sebagai wujud kontribusi dan peran serta BPR dan BPRS terhadap akses keuangan bagi usaha mikro kecil (UMK) serta masyarakat di daerah atau wilayahnya.

Baca juga: OJK Minta Pinjol Legal Berikan Bunga Murah

Kemudian, pilar keempat adalah penguatan pengaturan, perizinan dan pengawasan yang merupakan peran OJK selaku otoritas sesuai dengan kewenangan terkait pengaturan, perizinan dan pengawasan industri BPR dan BPRS.

Untuk mendukung keberhasilan implementasi roadmap ini ditetapkan juga empat pilar perangkat pendukung yaitu, kepemimpinan dan manajemen perubahan yang memiliki komitmen tinggi, infrastruktur teknologi informasi yang memadai, kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni serta sinergi dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Dec. 1, 2021, 10:18 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.