Citi Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp869 Milyar di Triwulan III 2021

Citi Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp869 Milyar di Triwulan III 2021

Citibank N.A., Indonesia (Citi Indonesia) membukukan laba bersih sebesar Rp869 milyar pada triwulan ketiga tahun 2021. Pencatatan ini lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu, terutama karena menurunnya pendapatan dari transaksi perdagangan dan pendapatan bunga bersih.

Namun demikian, Citi Indonesia berhasil bangkit kembali dari kinerja bisnisnya di kuartal sebelumnya. Hal ini terlihat dari pencatatan laba bersih mandiri selama kuartal ketiga 2021 yang mencapai Rp408 miliar, atau lebih tinggi Rp543 miliar dibandingkan dengan pencatatan di kuartal kedua. Hal tersebut tercapai berkat pencadangan kredit yang lebih rendah. 

Pembukuan laba bersih itu ditopang oleh biaya credit impairment Citi Indonesia yang tetap stabil dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh peningkatan cadangan credit impairment di lini Institutional Banking yang berasal dari satu klien korporasi dan berhasil di offset oleh penurunan cadangan credit impairment di lini Consumer Banking.

Baca juga: BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 2022 sebsesar 4,7-5,5 Persen

Citi Indonesia mencatatkan gross NPL sebesar 3,3 persen yang meningkat dari 2,8 persen dari tahun lalu, sehubungan dengan kualitas kredit dari satu klien korporasi. Selain itu, perusahaannya juga terus memastikan kecukupan pencadangan kerugian kredit, di mana Citi Indonesia menjaga rasio Net NPL tetap rendah, yaitu sebesar 0,9 persen.

Citi Indonesia memiliki likuiditas yang sangat baik dengan Lending to Deposit Ratio (LDR) sebesar 62,5 persen dan modal yang kokoh dengan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 26,7 persen, meningkat dari 26,5 persen dari periode yang sama tahun lalu.

“Kami telah berhasil melakukan berbagai terobosan dan inovasi di sisi institusional maupun consumer banking. Ke depannya, kami juga akan terus bertransformasi secara digital dan memutakhirkan berbagai layanan perbankan digital kami,” kata CEO Citi Indonesia Batara Sianturi.

Baca juga: November 2021, BI 7-Day Reverse Repo Rate Tetap 3,50 Persen

Lini Banking, Capital Markets and Advisory (BCMA) berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 14 persen hingga kwartal ketiga 2021 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Hal ini didorong oleh pertumbuhan yang kuat dari setiap segmen. Top Tier Local Corporates and Public Sector Group berkontribusi dalam mendukung berbagai kesepakatan dan transaksi besar, termasuk aksi korporasi, pinjaman sindikasi, dan pasar modal.

Sementara Financial Institutions Group, yang melayani nasabah lembaga keuangan terus memberikan kinerja positif terutama dari bisnis kas manajemen, trade financing/services, nilai tukar, suku bunga, dan kustodian.

Baca juga: 75 Persen Konsumen Gunakan Perbankan Digital Sebagai Saluran Utama

Global Subsidiaries Group terus membukukan pertumbuhan pangsa pasar pada segmen MNC di tengah-tengah kondisi pasar yang menantang. Hal ini tercapai melalui beragam inisiatif, termasuk Asia ke Asia yang menigkat 17 persen sampai akhir kwartal ketiga 2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total pertumbuhan kredit sebesar 21 persen dibandingkan akhir 2020.

Commercial Bank membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 24 persen selama kuartal ketiga 2021, dibarengi pertumbuhan kredit sebesar 14 persen. Melihat aktivitas nasabah yang semakin meningkat, maka Commercial Bank terus berupaya memberikan pelayanan perbankan digital, serta produk-produk dan solusi manajemen kas yang mendorong efektifitas dan efisiensi.

Selanjutnya, di Retail Bank, Citi Indonesia dengan bangga telah berpartisipasi sebagai mitra distribusi Sukuk Ritel SR015 yang ditawarkan secara daring. Perusahaan ini juga berpartisipasi dalam peluncuran Obligasi Negara Republik Indonesia seri benchmark, yaitu FR090, FR091 dan FR092 pada bulan Juli 2021 untuk semakin melengkapi rangkaian produk yang ditawarkan oleh Citi.

Baca juga: Peran Kecerdasan Buatan di Masa Depan Industri Perbankan

Dengan rendahnya suku bunga saat ini, Citi Indonesia selalu merekomendasikan para nasabah untuk melakukan diversifikasi asset, antara lain ke produk yang dapat memberikan potensi imbal hasil yang lebih tinggi.

Hingga September 2021, Citi Indonesia juga berhasil meningkatkan transaksi investasi digitalnya menjadi 59 persen, berkembang sebesar 70 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumya. Hal ini merupakan salah satu peran penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis wealth management di tengah pandemi Covid-19.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 26, 2021, 8:24 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.