Menggairahkan Bisnis Waralaba Lewat IFRA Hybrid Business Expo 2021

Menggairahkan Bisnis Waralaba Lewat IFRA Hybrid Business Expo 2021

Gelaran pameran waralaba dan lisensi IFRA Hybrid Business 2021 resmi dibuka hingga 30 November 2021. Pameran yang mengangkat tema Sustaining & Accelerate Your Business Growth Through Local and Global Market ini diikuti oleh 150 peserta dari 250 brand

IFRA menjadi salah satu peluang sekaligus pengembangan bisnis waralaba dan lisensi dalam upaya membuka lapangan pekerjaan, pemulihan perekonomian serta mendorong usaha kecil, menengah, dan mikro (UMKM) untuk memasarkan produk dan mengembangkan lini usahanya.

Dalam sambutan di pembukaan IFRA Hybrid Business Expo 2021, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Teten Masduki menyatakan, IFRA sebagai platform yang senantiasa mengambil peran memajukan sektor bisnis waralaba dan lisensi serta membuka peluang bagi UMKM Indonesia agar dapat mengakses pasar lebih luas.

Baca juga: Pebisnis Muda Dorong Pertumbuhan Kewirausahaan Waralaba

Saat ini Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia tengah mempersiapkan transformasi UMKM masa depan yang berbasis kreativitas dan inovasi teknologi. Maka dari itu, intelektual properti dan lisensi menjadi aspek penting dalam memastikan UMKM terlindungi serta terakui haknya.

“Di sisi lain aspek waralaba merupakan elemen penting dalam meningkatkan skalabilitas usaha demi percepatan terwujudnya UMKM naik kelas. Semoga kegiatan ini dapat melahirkan beragam inovasi serta menjalin sinergi dengan pemangku kepentingan dalam upaya bersama mengembangkan UMKM dan kesejahteraan Indonesia secara luas,” jelasnya.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Oke Nurwan turut menyampaikan, dalam dua tahun terakhir ini, hampir seluruh lini bisnis tak luput terdampak Covid 19, termasuk waralaba.

Baca juga: Pelaku Bisnis Waralaba Harus Siap Menghadapi Kenormalan Baru

Namun dengan semangat untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan kondisi yang serba sulit, Kemendag optimis bisnis waralaba dapat tetap bertahan, Tantangan pengembangan bisnis yang telah kita hadapi selama dua tahun terakhir, menjadi isu yang tidak lagi asing bagi dunia usaha saat ini.

“Bagi waralaba, keterbatasan selama menjalankan pengembangan bisnis, terutama dalam menarik investor baru untuk menjalin kemitraan, menjadi sangat terbatas karena banyaknya penyesuaian kebijakan interaksi fisik yang melibatkan masyarakat luas,” ucapnya.

Berdasarkan laporan tahunan kegiatan usaha waralaba tahun 2020 yang telah diolah oleh Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa waralaba telah berkontribusi sebesar 1.9 persen terhadap PDB Indonesia di tahun 2020.

Baca juga: Pelaku Bisnis Waralaba Harus Siap Menghadapi Kenormalan Baru

Total gerai yang berhasil dibuka dan dioperasikan mencapai 93.732 gerai, sehingga dapat menyerap sebanyak 628.622 tenaga kerja. Omzet yang tercipta secara keseluruhan melalui waralaba di tahun 2020 adalah sebesar Rp54.4 Miliar.

Melalui Pameran ini dapat mengembalikan gairah usaha waralaba bahkan meningkatkan kapasitas dan skala usaha waralaba Indonesia, serta membuka peluang untuk melebarkan sayap kemitraan yang lebih luas lagi.

Pameran ini juga menjadi pembuktian komitmen dimana penerapan protokol kesehatan yang ketat dalam interaksi secara fisik, dapat disandingkan dengan upaya memperluas pengembangan bisnis waralaba dalam menarik investor baru secara temu fisik maupun virtual.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 18, 2021, 8:58 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.