Peran Teknologi Digital dalam Kemajuan Industri Asuransi

Peran Teknologi Digital dalam Kemajuan Industri Asuransi

Teknologi digital merupakan salah satu fokus inovasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya inovasi penggunaan teknologi untuk proses pemasaran produk asuransi jiwa sekaligus menjawab tantangan yang terjadi di masa pandemi.

Peran teknologi digital menjadi sangat penting untuk menjangkau masyarakat. Adopsi teknologi kedalam industri asuransi akan membawa membawa solusi baru untuk mengatasi berbagai tantangan di masa depan.

Dalam paparan mengenai outlook mengenai Covid-19, Michael Rolfe dari Swiss RE menyampaikan sentimen konsumen terkait dengan kesehatan mentalnya dan adaptasi terhadap risiko digital akan menjadi pendorong tren digital di industri asuransi.

Baca juga: Perpaduan Human Touch dan Teknologi Jadi Solusi Industri Asuransi

“Konsumen Indonesia setidaknya terbuka untuk memanfaatkan teknologi digital dalam membeli produk asuransi secara online dan mereka juga tetap memerlukan dukungan offline untuk bisa berkomunikasi di saat penting serta sebagai bantuan untuk mengatasi masalah utama dalam hal membeli asuransi secara online,” katanya dalam webinar Digital Risk Management in Insurance (DRiM).

Berbeda dengan Michael, Tek Yew Chia dari Oliver Wyman menyampaikan, dalam evolusi bisnis, ada tiga gelombang inovasi inovasi asuransi digital. Tiga gelombang ini terdiri dari peningkatan layanan berbasis teknologi, sistem integrasi antara ekosistem online dan penyedia jasa asuransi, serta perluasan teknologi sebagai solusi pelayanan dalam industri asuransi.

Pertama, adanya fokus awal untuk meningkatkan proses value chain dan produk yang ada melalui digitalisasi. Kedua, adanya pengembangan lebih lanjut dengan optimalisasi value chain secara bertahap dengan mengintegrasikan produk asuransi ke dalam ekosistem yang berbeda.

Baca juga: Industri Asuransi Jiwa Mendukung Stabilitas Pasar Modal

“Ketiga adalah terjadinya perluasan solusi teknologi jangka panjang yang bertujuan menyediakan suatu paket kustomisasi produk keuangan dan jasa teknologi lainnya” jelas Yew dalam materi tentang Tiga Gelombang Inovasi Asuransi Digital yang Mendorong Evolusi Bisnis.

Pada kesempatan yang sama, Edlyn Khoo dari NTUC Income berbagi insight dan pengalaman perusahaannya dalam memanfaatkan digitalisasi dalam transformasi pola konsumsi dan memecah tantangan tradisional dalam industri asuransi.

Dia melihat, ke depan orang akan semakin cenderung menjalani hidup mereka dalam beberapa ekosistem digital. Ekosistem digital yang dirancang untuk memiliki setiap momen bersama pelanggan.

Baca juga: Menanti Asa Para Pekerja ter-PHK

“Ekosistem digital yang jelas memiliki keterlibatan yang lebih tinggi dengan pelanggan, kelebihan pada ketersediaan dan pengolahan data yang besar, serta membangun loyalitas pelanggan yang lebih kuat,” ungkap Edlyn.

Mengenai tren perilaku konsumen, semenjak pandemi ada lima pergeseran besar pada konsumen digital. Menurut Yuswohady dari Inventure, setiap konsumen akan menjadi konsumen digital setelah pandemi.

Pertama, terjadinya pergeseran habitat kegiatan konsumen dari penggunaan ruangan untuk beraktivitas menjadi penggunaan layar gadget. Kedua, dorongan untuk memperdalam dan memperluas adopsi digital, pelaku bisnis di semua industri harus segera membangun digital ekosistem.

Baca juga: AAJI Susun Peta Jalan Transformasi Industri Asuransi Jiwa

Ketiga, semua akan berpaling menjadi semakin contactless meninggalkan touchpoint fisik. Keempat, strategi pemasaran omnichannel akan menjadi standar industri dengan mengintegrasikan saluran konvensional maupun digital. Terakhir, adanya kebutuhan terhadap privasi konsumen dan paradigma baru di ranah komunikasi pemasaran yang semakin personal.

“Adanya peningkatan risiko kejahatan cyber security, di kala semua aktivitas harus ditunjang oleh aplikasi dan sistem berbasis online, maka ancaman cyber security harus diminimalisir. Apalagi ketika platform digital memungkinkan proses komunikasi pemasaran berawal dan berfokus pada konsumen,” jelasnya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 17, 2021, 8:59 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.