Tips Investasi Saham di Pasar Modal Syariah

Tips Investasi Saham di Pasar Modal Syariah

Pasar Modal Syariah adalah seluruh kegiatan di pasar modal yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Pasar modal syariah Indonesia merupakan bagian dari industri keuangan syariah yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), khususnya direktorat pasar modal syariah.

Namun, masih banyak orang bertanya, bagaimana cara investasi saham di pasar modal syariah? Nah untuk lebih jelasnya, Founder Kuliah Saham Firman Siregar memberikan beberapa tips investasi di pasar modal syariah.

Firman menjelaskan, prinsip dasar dari investasi saham di pasar modal syariah sama dengan investasi saham konvensional. Prinsip itu adalah semakin dini investasi dilakukan, maka hasilnya akan semakin maksimal. “Semakin awal kita berinvestasi, maka kita akan lebih produktif dalam mengalokasikan dana kita,“ jelasnya.  

Baca juga: Apa itu Saham Syariah? Ini Kriteria Saham Syariah Menurut OJK

Jika investasi dilakukan sejak awal, akan jadi keuntungan karena uang kita akan terus tumbuh dan bertambah sehingga bisa menjadi aset kita untuk ke depannya. Bagi yang pertama baru ingin berinvestasi di pasar modal, Firman menyarankan untuk mempelajari dasarnya dulu, mulai dari dana yang ada. Jangan memakai dana pinjaman untuk berinvestasi.  

Dasar investasi ini di antaranya adalah jenis saham yang dipilih, seluk beluk transaksi, istilah lot, fraksi harga, dan dasar analisa fundamental kinerja perusahaan dari laporan keuangan.  Setelah mengetahui dasarnya, mengetahui hukum, transaksi, mekanisme, supply demand transaksi saham, bisa mulai menentukan, apakah ingin melakukan investasi jangka panjang atau jangka pendek.  

Investasi jangka panjang ini biasanya harus mengetahui analisis fundamental dari suatu saham. Saham dipilih berdasarkan kondisi kinerja, setelah itu didiamkan dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan investasi jangka pendek atau trading, biasanya memakai analisa teknikal dan bandarmologi. Pemilihan tipe investasi ini ditentukan oleh kenyamanan dan profil risikonya.  

Baca juga: Sri Mulyani: Industri Keuangan Syariah Harus Didukung Kualitas SDM

Sementara itu, Co-founder Ngerti Saham Frisca Devi Choirina menerangkan untuk berinvestasi ke saham syariah, bisa memilih beberapa opsi indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia. Beberapa indeks saham syariah ini di antaranya Indeks Syariah Saham Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index (JII), Jakarta Islamic Index 70 (JII70), dan IDX-MES BUMN 17.

Dengan adanya indeks atau kelompok saham syariah bisa memudahkan masyarakat untuk berinvestasi sesuai syariah. Selain itu, untuk mempermudah transaksi syariah saat ini sudah ada sistem transaksi yang khusus memilihkan saham syariah diantaranya adalah Sistem Online Trading Syariah (SOTS).  

Sistem SOTS memilih transaksi di pasar modal yang fokus untuk transaksi saham yang telah memenuhi prinsip-prinsip syariah di pasar modal. Dengan memakai sistem ini, transaksi bisa dilakukan dengan sistem syariah yaitu tidak boleh ada dana hutang untuk membeli saham atau transaksi margin.

Baca juga: Satu Dekade Kebangkitan Pasar Modal Syariah Indonesia

Founder Komunitas Investor Saham Pemula ini juga menjelaskan, dengan sistem SOTS ini, Investor juga tidak boleh menggunakan short selling atau tidak mempunyai saham tetapi melakukan jual beli.  

Untuk memulai investasi saham syariah masyarakat bisa memilih salah satu perusahaan sekuritas yang sesuai dengan kebutuhan kita. Selain itu, calon investor juga bisa memilih perusahaan sekuritas yang mempunyai kantor cabang atau full online.  


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 16, 2021, 8:48 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.