Satgas Waspada Investasi Berantas 116 Pinjol Ilegal

Satgas Waspada Investasi Berantas 116 Pinjol Ilegal

Satgas Waspada Investasi (SWI) terus memberantas pinjaman online ilegal dengan menutup 116 entitas pinjol ilegal yang ditemukan dalam patroli siber masih beroperasi di internet dan aplikasi di jaringan telekomunikasi seluler. Sejak tahun 2018 sampai Oktober 2021 ini SWI sudah menutup sebanyak 3.631 pinjol ilegal.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing mengungkapkan alasan penutupan aplikasi pinjol ilegal agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. "Siber patrol dan menutup aplikasi dan website pinjol ilegal yang masih beroperasi agar masyarakat tidak menjadi korban," katanya.

Selain menutup operasional pinjol ilegal, SWI melalui Kemenkominfo juga telah menyampaikan daftar pinjol ilegal tersebut kepada pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti secara hukum. Kepolisian RI yang telah menangkap sejumlah pelaku pinjol ilegal di berbagai daerah.

Baca juga: Waspada Kejahatan Siber Modus Rekayasa Sosial di Masa Pandemi

Menurutnya, tanpa penangkapan pelakunya, operasional pinjol ilegal masih akan muncul dengan mengubah nama atau membuat aplikasi baru. "Tindakan tegas terhadap pelaku tindak pidana pinjol ilegal ini harus terus dilakukan untuk melindungi masyarakat," kata Tongam dalam rilis OJK.

SWI mendukung pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI Mahfud MD bahwa perjanjian pinjol ilegal dalam beroperasi dinyatakan tidak sah dan tidak memenuhi syarat perjanjian yang benar. “Jika masyarakat sudah menjadi korban pinjol ilegal dan mendapatkan ancaman serta teror kekerasan diminta untuk segera melapor ke Kepolisian,” ucap Tongam.

Selain kegiatan pinjol ilegal, Satgas Waspada Investasi juga menghentikan tujuh kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang serta melakukan duplikasi atau mengatasnamakan entitas yang berizin sehingga berpotensi merugikan masyarakat.

Baca juga: 5 Langkah Jitu Terhindar Aksi Tipu-tipu Pinjol Ilegal

Tujuh entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang, yaitu enam Kegiatan forex, aset crypto dan robot trading tanpa izin, serta satu Kegiatan Pengelolaan Investasi tanpa izin. Masyarakat juga diminta untuk berhati-hati terhadap penawaran investasi melalui media Telegram karena ditemukan merupakan penawaran investasi yang ilegal.

Satgas Waspada Investasi juga menyampaikan bahwa terdapat satu entitas yang dilakukan normalisasi yaitu Luminesia.com karena telah membuktikan bahwa kegiatannya bukan merupakan kegiatan investasi ilegal.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 9, 2021, 9:16 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.