Yogi Ang: Mouth To Mouth Marketing adalah Segalanya

Yogi Ang: Mouth To Mouth Marketing adalah Segalanya

Membangun bisnis berbasiskan layanan atau jasa memiliki tantangan sendiri, salah satunya yaitu bagaimana layanan itu bisa memberikan kepuasan bagi pelanggan. Untuk memberikan kepuasan tersebut, banyak pelaku bisnis kini semakin memperhatikan strategi customer experience (CX) bisnisnya.

Hal itu disampaikan oleh Yogi Ang dalam webinar bertajuk Building Service Based Business: How Important is Customer Experience yang digelar DCS 12 bekerja sama dengan MarkPlus Institute. Yogi merupakan sosok sukses dibalik Captain Barbershop, tempat cukur rambut mewah yang memiliki 40 gerai di seluruh Indonesia.

Menurutnya, mouth to mouth marketing merupakan segalanya dalam bisnis. Maka pastikan baik itu produk layanan maupun sumber daya manusia benar-benar memenuhi ekspektasi pelanggan agar berhasil mencuri hati mereka. Apabila kepuasan telah mencuri hatinya, mereka akan loyal dan tak segan-segan memberikan organic endorsement yang tulus.

Baca juga: 4 Tips Memanfaatkan Digital Marketing untuk UMKM

Kekuatan organic endorsement ini memang bukan sekadar isapan jempol, terbukti Captain Barbershop sukses menjadi talk of the town, saat salah satu gerainya dikunjungi rapper berbasis Amerika Serikat, Rich Brian serta Kaesang Pangarep, putra dari Presiden Joko Widodo.

Sadar akan target audience yang segmented, Yogi berani menjajal B2B (business to business) dengan meng-approach brand-brand besar yang sedang menyasar audience yang sama. Ia menawarkan kerja sama melalui benefit value to value. Tercatat Captain Barbershop sukses memberikan added value bagi pelanggan berupa hadiah seperti sepeda motor hingga sepeda lipat dari para sponsor.

Untuk memastikan standarisasi operational excellence dari masing-masing sumber daya manusia, training center memainkan peran penting. Di training center tidak saja mendapatkan pelatihan hard skill, Namun yang tidak kalah penting adalah soft skill.

Baca juga: AppsFlyer: Marketing Aplikasi Mobile Berpotensi Rebound pada Ramadan 2021

Soft skill itu bisa meliputi kemampuan komunikasi dalam berhadapan dengan pelanggan, terutama handling customer complaint. Sehingga memiliki keseragaman SOP (standard operating procedure) dalam memberikan customer experience.

Selain Yogi, Founder & CEO OKE Garden Hadid Fathul Alam memiliki kiat tambahan dalam membangun strategi customer experience, yakni memahami karakteristik pelanggan terlebih dahulu. Hadid menganggap kemampuan membaca karakteristik menjadi kewajiban karena selera pelanggan yang subjektif.

Baca juga: 6 Tips Membangun Brand Bisnis Ala Yasa Singgih

Setelah membaca karakteristik mereka, melalui startup digital pengelola taman berbasis aplikasi yang dimilikinya, alumni DSC 2019 ini memberikan referensi konsep taman dan jenis tanaman yang cocok disesuaikan dengan luas lahan dan budget pilihan pelanggan.

Hadid pun meyakinkan generasi muda untuk tidak ragu terjun dalam bisnis layanan atau jasa. Menurutnya, setiap wirausaha dengan segala jenis bisnis membutuhkan support system seperti ekosistem yang mendukung.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Oct. 27, 2021, 6:49 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.