Pendapatan Bukalapak Tumbuh 35 Persen di Semester Pertama 2021

Pendapatan Bukalapak Tumbuh 35 Persen di Semester Pertama 2021

PT Bukalapak.com Tbk (Bukalapak) mencatat kinerja keuangan yang postif di semester pertama 2021. Dalam laporan laporan keuangan sepanjang kuartal kedua tahun 2021, Bukalapak mencatatan adanya pertumbuhan pendapatan sebesar 35 persen menjadi Rp864 miliar di semester pertama tahun ini. Sementara, pendapatan di kuartal kedua 2021 juga mengalami pertumbuhan sebesar 37 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp440 miliar.

Dibandingkan periode yang sama tahun 2020, pendapatan Mitra Bukalapak pada 2Q21 tumbuh sebesar 292 persen menjadi Rp 145 miliar, sementara pendapatan pada 1H21 untuk Mitra Bukalapak naik sebesar 350 persen menjadi Rp 290 miliar. Kontribusi Mitra Bukalapak terhadap pendapatan Perseroan meningkat dari 12 persen pada 2Q20 menjadi 33 persen pada 2Q21.

Dari sisi capaian bisnis, Bukalapak terus menunjukkan pertumbuhan yang positif; di mana Total Processing Value (TPV) selama kuartal kedua tahun 2021 (2Q21) tumbuh sebesar 56 persen dan semester pertama tahun 2021 (1H21) tumbuh 54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, masing-masing menjadi Rp 29,4 triliun pada 2Q21 dan Rp 56,7 triliun pada 1H21.

Baca juga: Bukalapak Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia

Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk Rachmat Kaimuddin mengungkapkan, kinerja Bukalapak terus membaik di semester pertama 2021 serta kesuksesan Initial Public Offering (IPO) pada kuartal ketiga tahun ini telah memperkuat posisi Bukalapak untuk terus menjaga pertumbuhan bisnis.

“Bukalapak optimis untuk dapat melanjutkan momentum tersebut di masa-masa yang akan datang guna memastikan perusahaan memiliki pertumbuhan berkelanjutan,” ungkap Rachmat dalam paparan Public Expose yang digelar secara virtual.

Bukalapak juga terus berhasil menekan kerugian Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA)-nya. Kerugian EBITDA pada 2Q21 sebesar Rp 407 miliar mencerminkan adanya perbaikan sebesar 31 persen dibandingkan pada 2Q20, sementara kerugian EBITDA pada 1H21 membaik sebesar 27 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: OJK Bentuk Task Force Keuangan Berkelanjutan Sektor Jasa Keuangan

Rasio kerugian EBITDA terhadap TPV membaik dari 3,1 persen pada 2Q20 menjadi 1,4 persen pada 2Q21, sementara rasio kerugian EBITDA pada 1H21 terhadap TPV juga membaik menjadi 1,2 persen dibandingkan dengan 2,6 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Bukalapak mampu menekan kerugian operasionalnya sebesar 24,9 persen menjadi Rp 776 miliar pada 1H21 dari Rp 1.03 triliun pada 1H20. Pada 1H21, Perseroan berhasil mengurangi kerugian bersihnya sebesar 25,7 persen menjadi Rp 763 miliar dari Rp 1,03 triliun pada 1H20.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Oct. 21, 2021, 7:08 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.