Bank Indonesia Kembali Tahan  BI7DRR di Level 3,50 Persen

Bank Indonesia Kembali Tahan BI7DRR di Level 3,50 Persen

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Oktober 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen. 

Berdasarkan catatan Bank Indonesia yang dirangkum Duitologi, Bank Indonesia sudah menahan BI7DRR di level 3,50 persen selama sembilan bulan berturut-turut, tepatnya sejak Februari sampai Oktober 2021.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebutkan, keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan, di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Likuiditas Perbankan Stabil, LPS Turunkan Tingkat Bunga Penjaminan

Selain itu, Bank Indonesia juga terus mengoptimalkan seluruh bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendukung upaya perbaikan ekonomi lebih lanjut.

Ada beberapa langkah penting yang diambil oleh Bank Indonesia berdasarkan posisi BI7DRR ini, di antaranya melanjutkan pelonggaran ketentuan uang muka kredit atau pembiayaan kendaraan bermotor menjadi paling sedikit nol persen untuk semua jenis kendaraaan bermotor baru.

Hal itu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor otomotif dengan tetap memerhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko, berlaku efektif 1 Januari 2022 sampai dengan 31 Desember 2022.

Baca juga: Poin Penting UU HPP Mulai dari Pajak UMKM, Orang Pribadi Hingga NPWP

Kemudian, melanjutkan pelonggaran rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) kredit atau pembiayaan properti menjadi paling tinggi 100 persen untuk semua jenis properti (rumah tapak, rumah susun, serta ruko/rukan), bagi bank yang memenuhi kriteria.

NPL atau NPF tertentu, dan menghapus ketentuan pencairan bertahap properti inden untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor properti dengan tetap memerhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko, berlaku efektif 1 Januari 2022 sampai dengan 31 Desember 2022.

Baca juga: CORE Indonesia: Uang Elektronik Bantu UMKM Selama Pandemi Covid-19

Selanjutnya, memperpanjang masa berlaku kebijakan kartu kredit untuk batas minimum pembayaran kartu kredit sebesar 5 persen dari total tagihan sampai dengan 30 Juni 2022. BI juga menurunkan nilai denda keterlambatan pembayaran kartu kredit sebesar 1 persen dari outstanding atau maksimal Rp100.000 sampai dengan 30 Juni 2022.

Bank Indonesia juga menetapkan implementasi BI-FAST tahap pertama mulai minggu ke-2 Desember 2021, dengan kebijakan penyelenggaraan yang mencakup kepesertaan, penyediaan infrastruktur, batas maksimal nominal transaksi, serta skema harga yang akan diumumkan pada tanggal 22 Oktober 2021.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Oct. 21, 2021, 6:52 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.