OJK Minta Pinjol Legal Berikan Bunga Murah

OJK Minta Pinjol Legal Berikan Bunga Murah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada seluruh perusahaan pinjaman online (pinjol) untuk bisa memberikan suku bunga yang lebih murah ke nasabah. Bukan hanya itu, OJK juga meminta perusahaan pinjol legal untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan memperbaiki cara-cara penagihan ke nasabahnya.

“Untuk yang sudah terdaftar atau legal terus kami tingkatkan agar bisa memberikan pelayanan yang lebih baik, suku bunga yang lebih murah, dan juga penagihan terus ditingkatkan supaya tidak menimbulkan ekses di lapangan,” kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam akun Twitter @ojkindonesia.

Kemudian, Wimboh juga meyampaikan bahwa seluruh perusahaan pinjaman online (pinjol) legal juga harus bergabung ke dalam Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Hal itu untuk bisa membedakan antara pinjol legal dan pinjol ilegal.

Baca juga: Pemerintah Akan Lakukan Moratorium Penerbitan Izin Pinjol

“Asosiasi membina bagaimana para pelaku ini bisa lebih efektif memberikan pinjaman yang murah, tepat, dan tidak menimbulkan ekses-ekses penagihan yang melanggar kaidah dan melanggar etika,” tambahnya.

Pinjaman online yang sudah terdaftar di OJK akan terus ditingkatkan tata kelolanya agar dapat memberikan layanan lebih baik, bunga lebih murah, dan penagihan sesuai aturan. Seluruh penyelenggara pinjaman online pun harus bergabung dalam asosiasi atau AFPI.

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika juga meminta kepada OJK untuk melalukan moratorium penerbitan izin financial technology peer to peer lending atau pinjaman online yang baru.

Baca juga: Satgas Waspada Investasi Blokir 3.193 Pinjol Ilegal

Menanggapi hal itu, Wimboh menjelaskan bahwa Otoritas Jasa Keuanga sudah melakukan moratorium atau penghentian penerbitan izin untuk fintech peer to peer lending yang baru sejak Februari 2020.

Selain moratorium penerbitan fintech lending baru, pemerintah juga melakukan penghentian penerbitan penyelenggaraan sistem elektronik untuk pinjaman online yang baru. Hal itu dilakukan kerena banyak sekali penyalahgunaan atau tindak pidana di dalam ruang pinjol.

Pemberantasan pinjol ilegal terus dilakukan dan seakan tidak pernah selesai. Sejak 2018 hingga 15 Oktober 2021, Kementerian Kominfo telah menutup 4.874 akun pinjaman online. Pada tahun 2021 saja, pinjol yang telah ditutup sebanyak 1.856 yang tersebar di website, Google Play Store, YouTube, Facebook, dan Instagram, serta di file sharing.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Oct. 19, 2021, 5:44 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.