Amartha Salurkan Pendanaan Rp320,5 Miliar untuk UMKM di Jawa Timur

Amartha Salurkan Pendanaan Rp320,5 Miliar untuk UMKM di Jawa Timur

Hingga September 2021, peer-to-peer lending yang berfokus pada pemberdayaan perempuan pengusaha mikro di pedesaan, PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) mencatatkan penyaluran modal sebesar Rp320,5 miliar untuk area Jawa Timur.Pendanaan disalurkan 100 persen kepada perempuan pengusaha mikro yang tersebar di 3.165 desa di provinsi Jawa Timur.

Hadi Wenas Chief Commercial Officer Amartha menyampaikan, potensi pengembangan UMKM di wilayah Jawa Timur cukup besar dan terbilang cukup stabil di tengah tantangan pandemi Covid-19. Ini terlihat dari catatan tingkat pengembalian atau repayment rate wilayah Jawa Timur, yakni 98,17 persen setelah Juni 2020.

“Memang perolehan ini sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan provinsi lain di luar pulau Jawa yang mencapai 99 persen. Namun, mengingat kondisi pandemi Covid-19 di Jawa lebih tinggi daripada di luar Jawa, perolehan ini sudah cukup baik dan bisa ditingkatkan seiring dengan perbaikan ekonomi pasca Covid-19,” katanya dalam rilis yang diterima Duitologi.

Baca juga: Amartha Bidik Investor Milenial untuk Mulai Impact Investing

Perkembangan Amartha di Jawa Timur tidak terlepas dari kolaborasi dengan sektor perbankan. Salah satunya Bank Jatim, yang telah bergabung sebagai pendana institusi di Amartha sejak tahun 2020 lalu. Bank Jatim saat itu berkomitmen menyalurkan pendanaan sebesar Rp500 miliar melalui Amartha untuk mendongkrak potensi UMKM di Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya.

Amartha juga menjalin kerja sama dengan beberapa Bank Perkreditan Rakyat wilayah Jatim. Sebut saja BPR Pujon Jaya Makmur, yang bergabung sebagai pendana institusi di Amartha dengan komitmen pendanaan sebesar Rp3,2 miliar, serta BPR Nusumma dengan komitmen pendanaan sebesar 12 miliar rupiah.

Untuk memastikan perkembangan UMKM di Jawa Timur dan menjaga kualitas pinjaman dari para mitra, Amartha menjalankan strategi dengan mengkombinasikan sistem online-offline atau sistem hybrid.

Baca juga: CORE Indonesia: Uang Elektronik Bantu UMKM Selama Pandemi Covid-19

Pada sistem online, Amartha mengoptimalkan penggunaan teknologi machine learning untuk menentukan credit scoring yang akurat, yang berfungsi untuk menganalisa kemampuan bayar peminjam, melalui data historikal pengembalian pinjaman, tingkat kehadiran dalam majelis, hingga analisa psikometri.

Pada sistem offline, Amartha mengerahkan tenaga lapangan yang bertanggung jawab untuk memonitor perkembangan usaha para mitra di pedesaan. Khusus wilayah Jawa Timur, Amartha didukung oleh lebih dari 900 orang tenaga lapangan yang mengelola 111 poin di berbagai kabupaten di Jawa Timur.

Para tenaga lapangan bertugas untuk memberikan edukasi literasi keuangan dan digital, memonitor kehadiran peserta dalam majelis, dan membantu para mitra di pedesaan untuk mendapatkan layanan keuangan inklusif.

Baca juga: Amartha Kucurkan Rp302 Miliar untuk Pengembangan UMKM Kuliner

Ditambahkan Wenas, strategi kombinasi online-offline ini terbukti efektif untuk menjaga kualitas pinjaman dari para mitra. Memang porsi online dan offline masih seimbang, yakni 50:50. Ke depannya, Amartha berencana untuk memperbesar porsi online menjadi 70:30.

“Oleh sebab itu, saat ini kami mulai mengembangkan layanan keuangan digital yang mudah dipahami oleh para borrower di pedesaan. Di saat bersamaan, tenaga lapangan juga mempersiapkan para mitra untuk lebih akrab dengan digitalisasi dengan memberikan edukasi literasi digital,” lanjut Wenas.

Baca juga: Amartha Mendapatkan Pendanaan Baru Senilai Rp405 Miliar

Di akhir tahun 2021 ini, Amartha menargetkan pertumbuhan jumlah borrower yakni sebesar satu juta borrower. Hingga saat ini, secara total Amartha memiliki lebih dari 835.000 borrowers yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Khusus wilayah Jatim, sepanjang tahun 2021 ini, Amartha mencatatkan jumlah outstanding loan mencapai Rp235 miliar. Meningkat dari jumlah outstanding loan di selama tahun 2020, yakni Rp214 miliar. Diproyeksikan, hingga akhir tahun 2021, Amartha dapat meningkatkan penyaluran pendanaan wilayah Jatim hingga Rp500 miliar.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Oct. 18, 2021, 6:41 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.