Tarif Baru Pajak Penghasilan Orang Pribadi Sesuai UU HPP

Tarif Baru Pajak Penghasilan Orang Pribadi Sesuai UU HPP

Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) resmi disahkan oleh DPR RI. Dengan pengesahan UU HPP ini berarti ada perubahan lapisan (bracket) penghasilan untuk pengenaan tarif Pajak Penghasilan Orang Pribadi.

Ditjen Pajak dalam akun Twitter @DitjenPajakRI menjelaskan, perubahan lapisan tarif PPh Orang Pribadi ini untuk melindungi masyarakat menengah ke bawah dan memberikan sisi keadilan dengan mengenakan tarif lebih besar untuk mayarakat berpenghasilan tinggi.

“Perubahan lapisan tarif PPh Orang Pribadi ini melindungi masyarakat menengah ke bawah. Lapisan terbawah yang sebelumnya hanya mencapai Rp50 juta, sekarang dinaikkan menjadi Rp60 juta. Tarifnya tetap 5 persen. masyarakat yang berpenghasilan kecil terlindungi, sedangkan yang berpenghasilan tinggi dituntut kontribusi yang lebih tinggi,” tulis Ditjen Pajak.

Baca juga: Menkeu Ajak Generasi Muda Sadar Pajak

Perbandingan UU PPh dan UU HPP

Apa yang membedakan antara aturan lama dan baru ini? Anda bisa melihat perbandingannya seperti penjelasan di bawah ini:

UU PPh Saat Ini

Penghasilan Setahun

Tarif

 

Sampai dengan Rp50 Juta

5 Persen

 

> Rp50 Juta – Rp250 Juta

15 Persen

 

> Rp250 Juta – Rp500 Juta

25 Persen

 

> Rp500 Juta

30 Persen

Baca juga: DJP dan Ditjen Dukcapil Bahas Kolaborasi Data NIK dan NPWP

UU HPP Baru

Penghasilan Setahun

Tarif

 

Sampai dengan Rp60 Juta

5 Persen

 

> Rp60 Juta – Rp250 Juta

15 Persen

 

> Rp250 Juta – Rp500 Juta

25 Persen

 

> Rp500 Juta – Rp5 Milia

30 Persen

 

> Rp5 Miliar

35 Persen

 

Baca juga: Insentif Pajak Properti Dorong Pertumbuhan KPR & KPA

Contoh Perhitungan

Untuk lebih memperjelas bagaimana penerapan perubahan lapisan tarif PPh Orang Pribadi, berikut ini contoh perhitungannya dengan kasus Budi memperoleh Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp60 juta dalam setahun.

Berdasarkan UU PPh yang berlaku saat ini, penghasilan Budi akan dikenai dua lapis tarif, yaitu 5 persen dan 15 persen. beban pajak yang ditanggung per tahun sebesar Rp4 juta dengan perhitungan sebagai berikut.

● 5% x Rp50 juta = Rp2,5 juta dan 15% x Rp10 juta = 1,5 juta, maka total beban pajak sebesar Rp4 juta.

Sedangkan berdasarkan UU HPP yang baru, Budi hanya akan dikenakan satu lapis tarif, yaitu 5 persen. Artinya, beban pajak yang ditanggung Budi hanya Rp3 juta dengan hitungan sebagai berikut:

● 5% x Rp60 juta = Rp3 juta 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Oct. 15, 2021, 8:12 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.