Resmi Diluncurkan, Begini Tampilan Meterai Elektronik

Resmi Diluncurkan, Begini Tampilan Meterai Elektronik

Meterai elektronik resmi diluncurkan bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2021. Peresmian meterai elektronik ini dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Auditorium CBB, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan.

Selain meluncurkan meterai elektronik, Menkeu juga menerbitkan dua peraturan tentang bea meterai. Pertama, aturan pembayaran bea meterai menggunakan meterai elektronik. Kedua, aturan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2021 tentang pengadaan, pengelolaan, dan penjualan meterai.

Menkeu mengatakan, dalam kurun waktu hampir satu tahun ini, Direktorat Jenderal Pajak menyiapkan seluruh kesiapan dari sisi teknikal maupun dari sisi aplikasi bekerja sama dengan Perum Peruri untuk bisa mewujudkan apa yang disebut dengan e-meterai atau meterai elektronik.

Baca juga: Surat Perjanjian tanpa Materai, Sah atau Tidak?

“Sehingga pada hari ini, kita alhamdulillah bisa meluncurkan secara resmi apa yang disebut meterai elektronik atau e-meterai,” ungkap Sri Mulyani dalam sambutannya seperti dikutip dari laman resmi Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri).

Pembayaran bea meterai yang menggunakan meterai elektronik dilakukan dengan membubuhkan meterai elektronik pada dokumen yang terutang bea meterai melalui sistem meterai elektronik. Meterai elektronik memiliki kode berupa nomor seri dan keterangan yang terdiri atas gambar lambang negara Garuda Pancasila, tulisan “METERAI ELEKTRONIK”, serta angka dan tulisan tarif bea meterai.

Sementara pembubuhan meterai elektronik dapat dilakukan melalui portal e-Meterai pada tautan https://pos.e-meterai.co.id terlebih dahulu membuat akun pada laman tersebut. Dalam hal terjadi kegagalan pada sistem meterai elektronik, pembayaran dapat dilakukan dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP).

Baca juga: Tarif Bea Meterai Naik Menjadi Rp10.000 Mulai 2021

Selain mengatur tentang pembayaran bea meterai dengan meterai elektronik, aturan ini juga mengatur tentang ciri umum dan ciri khusus pada meterai tempel, meterai dalam bentuk lain, penentuan keabsahan meterai, serta pemeteraian kemudian. Peraturan ini sekaligus menggantikan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 4/PMK.03/2021.

Terkait dengan aturan pengadaan, pengelolaan, dan penjualan meterai, Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) melaksanakan pencetakan meterai tempel serta pembuatan dan distribusi meterai elektronik melalui penugasan dari pemerintah.

Baca juga: Bea Materai Rp10.000 Berlaku, Bagaimana Materai Rp6.000 dan Rp3.000?

Peruri dalam melaksanakan distribusi meterai elektronik dapat bekerja sama dengan pihak lain melalui proses yang transparan, akuntabel, serta memberi kesempatan yang sama. Di sisi lain, untuk distribusi dan penjualan meterai tempel dilaksanakan oleh PT Pos Indonesia.

Kedua peraturan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam pembayaran bea meterai yang terutang atas dokumen berbentuk elektronik serta memberikan kepastian hukum mengenai pelaksanaan pencetakan meterai tempel, pembuatan dan distribusi meterai elektronik, serta distribusi dan penjualan meterai tempel melalui penugasan.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Oct. 15, 2021, 8:18 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.