Startup Crowdlending GandengTangan Kantongi Izin Usaha dari OJK

Startup Crowdlending GandengTangan Kantongi Izin Usaha dari OJK

Startup crowdlending GandengTangan telah mengantongi izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada September 2021. Izin usaha itu tertuang dalam Surat Keputusan OJK nomor KEP-89/D.05/2021 tentang PT Kreasi Anak Indonesia yang menaungi GandengTangan mendapat izin usaha perusahaan penyelenggara layanan pinjam-meminjam berbasis teknologi informasi.

CEO GandengTangan Jezzie Setiawan mengatakan, saat memperoleh izin usaha, GandengTangan berhasil meningkatkan penyaluran pinjaman hingga 12 kali lipat sejak rebound dari dampak pandemi di tahun lalu. "Tahun 2021 ini, secara bisnis, kami mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Tentunya melalui kontribusi dan dukungan dari berbagai pihak," kata Jezzie.

Hingga September 2021, GandengTangan telah membantu 2.193 pelaku UMKM yang tersebar di 10 provinsi. Saat ini, total penyaluran pinjaman melalui platform mencapai Rp34,6 miliar yang berasal dari 1.327 pendana.

Baca juga: OJK dan GoTo Resmikan Kampus UMKM Bersama

Izin usaha dari OJK ini menjadi momen bagi GandengTangan perkuat misi untuk merangkul UMKM bangkit dari pandemi dan kembangkan usahanya. "Dengan adanya surat tanda berizin ini, kami berharap ini dapat menjadi langkah awal dalam membuka peluang kerjasama yang lebih luas dengan institusi lainnya untuk menjangkau pelaku UMKM yang belum terlayani," tambah Jezzie.

Sebagai peer-to-peer lending platform, GandengTangan ikut ambil peran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat menengah bawah sejak 2015. GandengTangan menghubungkan mereka yang jalani usaha mikro dengan pendana yang ingin berikan dampak sosial.

Inovasi P2P Lending Berdampak Sosial 

Agus Wicaksono selaku Direktur PT Bahana Artha Ventura seagai salah satu investor GandengTangan mengatakan izin usaha dari OJK ini memantapkan rencana GandengTangan untuk memperluas jaringan. "Izin usaha yang diperoleh GandengTangan dari OJK merupakan langkah awal dari rencana sinergi Bahana Artha Ventura (BAV) yang memiliki jaringan tersebar di seluruh Indonesia.

‚ÄúDigitalisasi proses pembiayaan melalui GandengTangan akan memperluas jangkauan layanan UMKM di seluruh Indonesia dengan tetap memperhatikan faktor risiko yang menyertainya,"  papar Agus Wicaksono. 

Baca juga: CORE Indonesia: Uang Elektronik Bantu UMKM Selama Pandemi Covid-19

Dalam satu tahun ke depan, GandengTangan akan menambah kerja sama dengan lembaga keuangan lokal dan meningkatkan inovasi teknologi agar memudahkan pengguna GandengTangan. Saat ini pun, GandengTangan tengah menjalin kolaborasi dengan salah satu BUMN untuk memberikan layanan pembiayaan ke pelaku UMKM yang belum bisa mengakses bank secara langsung. 

Setelah mendapat perizinan ini, inisiatif-inisiatif berdampak sosial akan lebih banyak hadir dari start-up penerima penghargaan DBS Foundation: Social Enterprise Grant Programme tahun 2018 ini terutama sebagai platform yang terlibat langsung dengan UMKM.

Social Enterprise Grant Programme merupakan program dana hibah tahunan yang dijalankan oleh Bank DBS Indonesia melalui DBS Foundation. Program ini merupakan wujud nyata salah satu pilar sustainability Bank DBS Indonesia, yaitu Creating Social Impact dalam membantu tumbuh kembang wirausaha sosial di Indonesia.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Oct. 13, 2021, 8:33 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.