Maybank Indonesia Dukung Penerapan Local Currency Settlement

Maybank Indonesia Dukung Penerapan Local Currency Settlement

Maybank Indonesia menjadi salah satu bank yang terpilih sebagai bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) karena dipandang telah memiliki kemampuan untuk memfasilitasi transaksi Rupiah dengan Ringgit, Baht dan Yuan, sesuai kerangka kerja sama yang telah disepakati.

Untuk itu, Maybank Indonesia menggelar sosialisasi dengan para nasabah korporasi yang memiliki jaringan perdagangan antarnegara (ekspor dan impor) untuk menyosialisasikan implementasi kerja sama penyelesaian transaksi bilateral dengan mata uang lokal atau Local Currency Settlement (LCS) yang digagas Bank Indonesia (BI).

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap agar seluruh nasabah pelaku ekspor impor benar-benar memahami strategi dan implementasi Bank Indonesia terhadap LCS dan berbagai kemudahan yang diberikan Maybank Indonesia untuk turut menyukseskan program yang dimaksud,” kata Direktur Global Banking Maybank Indonesia Ricky Antariksa.

Baca juga: BI Luncurkan SNAP dan Uji Coba Interkoneksi QR Antarnegara

Maybank akan terus mendukung penerapan kerja sama LCS agar dapat meningkatkan pertumbuhan nilai perdagangan ekspor impor Indonesia dengan mitra dagang strategis yang dapat berkontribusi bagi perekonomian nasional secara signifikan.

Untuk mendukung kelangsungan bisnis perdagangan ekspor impor, fasilitas LCS Maybank Indonesia dapat memberikan manfaat bagi nasabah, di antaranya, biaya administrasi, konversi transaksi dan remitansi yang lebih efisien, tersedianya alternatif pembiayaan perdagangan dan investasi langsung serta instrumen lindung nilai (hedging) dalam mata uang lokal,

Manfaat lainnya yang didapat nasabah adalah fitur penambahan batas waktu transaksi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap nasabah, dan diversifikasi eksposur mata uang yang digunakan dalam penyelesaian transaksi luar negeri.

Baca juga: Laba Sebelum Pajak Maybank Indonesia Naik 28,5 Persen di Kuartal II 2021

Maybank Indonesia menyediakan beragam fasilitas yang dapat mendukung nasabah untuk melakukan transaksi bisnis perdagangan ekspor impor seperti layanan Cash Management dan juga Trade Finance dimana hal ini juga didukung oleh kapabilitas layanan digital M2E untuk mempermudah transaksi nasabah.

“Sebagai wujud komitmen Bank yang tertuang pada misi humanising financial services, kami berupaya untuk menciptakan solusi keuangan yang tidak hanya mampu mendukung kelangsungan bisnis para nasabah kami semata, tetapi juga dapat memberi dampak luas khususnya bagi perekonomian dalam negeri,” tutup Ricky.

Baca juga: OJK Bentuk Task Force Keuangan Berkelanjutan Sektor Jasa Keuangan

Kerangka kerja sama LCS ini disusun melalui Nota Kesepahaman yang telah disepakati dan ditandatangani antara Bank Indonesia, dengan Bank Negara Malaysia dan People’s Bank of China (PBOC).

Hingga saat ini, Bank Indonesia sudah menandatangani beberapa nota kesepahaman kerja sama LCS dengan beberapa negara di kawasan ASEAN, yakni Malaysia dan Thailand, serta di kawasan Asia Pasifik, Tiongkok dan Jepang.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Oct. 13, 2021, 8:28 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.