Asuransi Penyakit Kritis Cegah Kantong Tipis

Asuransi Penyakit Kritis Cegah Kantong Tipis

Seseorang yang mengidap penyakit kritis tentu akan membutuhkan biaya yang sangat besar. Maka, peran asuransi dalam kehidupan menjadi sangat penting. Asuransi merupakan bentuk proteksi atau perlindungan terhadap sebuah objek atau orang dari kemungkinan kerugian.

Dalam perencanaan keuangan, asuransi merupakan salah satu pilar untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan. Selain pengaturan arus kas (cash flow), perencanaan investasi, pajak, dana hari tua, dan perencanaan distribusi kekayaan, asuransi memegang peranan penting dalam sebuah tujuan keuangan.

Menurut Financial Planner Rizqi Syam, CFP, dalam asuransi pun terdapat segitiga proteksi yang harus perhatikan. Pertama, pentingnya memproteksi diri dari risiko kesehatan melalui asuransi kesehatan. Karena banyaknya dana darurat yang dimiliki tidak akan berarti ketika sakit dan tidak memiliki proteksi diri dalam bentuk asuransi kesehatan.

Baca juga: Kaum Produktif Perlu Perlindungan Penyakit Kritis

“Kedua adalah asuransi untuk critical illness untuk memproteksi kualitas hidup kita. Karena dari hasil penelitian menunjukkan 85 persen masyarakat Indonesia mengalami kebangkrutan ketika mengalami penyakit kritis. Terakhir adalah asuransi jiwa yang memberikan perlindungan risiko finansial bagi diri sendiri ataupun keluarga,” tuturnya.

Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mengetahui kondisi keuangan karena 90 persen kesuksesan seseorang dalam mengelola keuangan itu ditentukan oleh faktor psikologis dan juga didukung oleh kemampuan orang tersebut dalam menentukan kebutuhan investasi keuangan.

Selain itu, terdapat fakta yang mengejutkan bahwa kebanyakan orang lebih suka merencanakan liburan daripada merencanakan keuangannya. Sehingga untuk membantu pengelolaan keuangan, pentingnya berdiskusi dengan orang yang independen dan memahami bagaimana cara pengelolaan keuangan dalam memitigasi risiko yang akan terjadi.

Baca juga: Generasi Milenial Lebih Hati-Hati dengan Tabungan dan Pengeluaran

Lebih lanjut Rizqi memaparkan, dalam pengelolaan keuangan harus memperhatikan risiko dapat menganggu kondisi keuangan di antaranya risiko kesehatan. Maka dari itu, jika berbicara tentang keuangan sebagai sebuah piramida perencanaan keuangan terdiri dari tiga layer.

“Layer pertama pengelolaan cash flow, layer kedua adalah ketersediaan dana darurat, dan layer ketiga transfer risiko kesehatan tersebut melalui asuransi kesehatan,” papar Rizqi dalam IG Live bertema Cerita tentang Uang dan Risiko Kehidupan akhir September 2021 lalu.

Corporate Business Executive IFG Life Khumaira menyimpulkan, dalam menjalani kehidupan akan menghadapi dengan risiko yang tidak terduga. Oleh karena itu kita tidak boleh mengabaikan risiko dan harus rasional untuk memproteksi diri dengan asuransi. Cara yang paling simple mengantisipasi risiko adalah dengan memulai membeli asuransi sedini mungkin agar risiko dapat teralihkan. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Oct. 12, 2021, 5:46 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.