Kenali Keuntungan dan Risiko Investasi ORI

Kenali Keuntungan dan Risiko Investasi ORI

Tidak lama lagi, pemerintah berencana akan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel, yaitu Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI020 pada 4 Oktober 2021. Belum diketahui berapa nilai kupon dari seri ORI yang akan ditawarkan ini. Pemerintah akan mengumumkan besaran kupon ORI020 mulai minggu depan.

Obligasi Negara Ritel (ORI) adalah Surat Utang Negara (SUN) yang diterbitkan Pemerintah untuk individu Warga Negara Indonesia (WNI) dan merupakan alternatif investasi yang aman, mudah, terjangkau, dan menguntungkan, dengan karakteristik yaitu dapat diperdagangkan (tradable) di Pasar Sekunder.

Bagi Anda yang belum mengenal investasi ORI, maka ada baiknya menyimak penjelasan keuntungan dan risiko dari investasi Obligasi Negara Ritel (ORI) ini.

Baca juga: Sama-sama SBN Ritel, Apa Beda SBR dan ORI?

Keuntungan Investasi ORI

Beberapa keuntungan berinvestasi di ORI antara lain:

· Pembayaran kupon dan pokok sampai dengan jatuh tempo dijamin oleh Undang-Undang SUN dan dananya disediakan dalam APBN setiap tahunnya.

· Pada saat diterbitkan (Pasar Perdana), kupon ditawarkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN.

· Kupon dengan tingkat bunga tetap sampai pada waktu jatuh tempo.

· Kupon dibayar setiap bulan.

· Dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder melalui mekanisme bursa, transaksi di luar bursa (over the counter), dan/atau melalui sistem ETP (Electronic Trading Platform).

· Tersedianya informasi harga yang wajar atau sedang terjadi di Pasar Sekunder dari Mitra Distribusi atau pihak lain yang bekerja sama dengan Mitra Distribusi.

· Kemudahan akses untuk melakukan transaksi pembelian melalui Sistem Elektronik.

· Berpotensi memperoleh keuntungan bila ORI dijual pada harga yang lebih tinggi daripada harga beli setelah memperhitungkan biaya transaksi di Pasar Sekunder.

· Dapat dipinjamkan atau dijaminkan kepada pihak lain, antara lain jaminan dalam pengajuan pinjaman pada bank umum, lembaga keuangan lainnya, atau jaminan dalam rangka transaksi Efek. Kebijakan peminjaman atau penjaminan ORI mengikuti ketentuan dan persyaratan yang berlaku pada masing-masing pihak.

· Memperoleh kesempatan untuk turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

Baca juga: Pasar SBN Indonesia Masih Menarik bagi Asing Hingga Akhir Tahun

Risiko Investasi ORI

Ada tiga jenis risiko utama yang perlu diperhatikan dari setiap instrumen investasi di pasar keuangan.Ketiga jenis risiko tersebut adalah:

·  Risiko Gagal Bayar (Default Risk)

Risiko gagal bayar (default risk) adalah risiko dimana Investor tidak dapat memperoleh pembayaran dana yang dijanjikan oleh penerbit pada saat produk investasi jatuh tempo kupon dan pokok. ORI tidak mempunyai risiko gagal bayar mengingat berdasarkan UndangUndang SUN, negara menjamin pembayaran kupon dan pokok Surat Utang Negara.

·  Risiko Pasar (Market Risk)

Risiko pasar (market risk) adalah potensi kerugian (capital loss) bagi Investor akibat faktor-faktor yang memengaruhi kinerja keseluruhan dari pasar keuangan, antara lain perubahan suku bunga, perubahan fundamental ekonomi, dan kondisi politik yang tidak stabil. Kerugian (capital loss) dapat terjadi apabila Investor menjual ORI di Pasar Sekunder sebelum jatuh tempo pada harga jual yang lebih rendah dari harga belinya.

Baca juga: Apa Saja Jenis dan Kelebihan Investasi Obligasi?

Risiko pasar dalam investasi ORI dapat dihindari apabila pembeli ORI di Pasar Perdana tidak menjual ORI sampai dengan jatuh tempo dan hanya menjual ORI jika harga jual (pasar) lebih tinggi daripada harga beli setelah dikurangi biaya transaksi. Pada saat harga pasar turun, Investor tetap mendapat kupon setiap bulan sampai jatuh tempo. Investor tetap menerima pelunasan pokok sebesar 100% (seratus per seratus) ketika ORI jatuh tempo.

·  Risiko Likuiditas (Liquidity Risk)

Risiko likuiditas (liquidity risk) adalah yaitu risiko dimana Investor tidak dapat menjual atau mencairkan produk investasi dalam waktu yang cepat pada harga yang wajar. Risiko likuiditas (liquidity risk) dapat terjadi apabila Investor membutuhkan dana dalam waktu cepat akan tetapi ORI tidak dapat dijual pada harga yang wajar.

Risiko ini dapat dihindari karena ORI dapat dijadikan sebagai jaminan dalam pengajuan pinjaman ke bank umum, lembaga keuangan lainnya, atau sebagai jaminan dalam transaksi Efek di pasar modal, atau dijual kepada Mitra Distribusi. Ketentuan dan persyaratan berkaitan dengan penggunaan ORI sebagai jaminan atau agunan tersebut tergantung pada kebijakan masing-masing bank dan lembaga keuangan lainnya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Oct. 1, 2021, 8:37 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.