Amartha Kucurkan Rp302 Miliar untuk Pengembangan UMKM Kuliner

Amartha Kucurkan Rp302 Miliar untuk Pengembangan UMKM Kuliner

Hingga Agustus 2021, PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah menyalurkan pendanaan sebesar Rp302 miliar untuk pengembangan UMKM di sektor kuliner di Indonesia. Pendanaan ini mengalami peningkatan dari periode tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp292 miliar di sepanjang tahun 2020.

Usaha kuliner merupakan sektor yang cukup mendominasi di Amartha. Sekitar 60 persen mitra Amartha di bidang kuliner, mulai dari usaha warung makan, warung kopi, industri kuliner olahan seperti keripik, hingga aneka camilan yang diproduksi dalam skala rumah tangga.

Selama 11 tahun beroperasi, Amartha telah membina hampir 500 ribu mitra yang bergerak di sektor kuliner yang tersebar di pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. Artinya, bidang kuliner punya potensi yang besar untuk tumbuh lebih luas lagi.

Baca juga: Amartha Bidik Investor Milenial untuk Mulai Impact Investing

Menurut Chief Risk and Sustainability Officer Amartha Aria Widyanto, sektor kuliner memiliki potensi untuk tumbuh lebih luas lagi dalam pemasarannya dan terbukti memiliki resiliensi lebih baik di kala pandemi. Sektor kuliner tetap dapat diterima oleh pasar, sehingga risiko gagal bayar pada sektor kuliner dapat diminimalisir, karena pasarnya terbilang cukup stabil.

Pertumbuhan jumlah mitra kuliner Amartha pun mengalami peningkatan. Hingga Agustus 2021, ada lebih dari 69 ribu mitra bidang kuliner untuk mengembangkan usahanya, meningkat dari data tahun 2020 yakni sebesar 64 ribu mitra. Angka ini berpotensi terus mengalami pertumbuhan seiring dengan penyaluran modal usaha dan berbagai edukasi kewirausahaan yang dilakukan.

Untuk mendukung perkembangan sektor kuliner, Amartha menjalin kemitraan dengan perusahaan lainnya untuk bersama-sama mendongkrak potensi UMKM kuliner, yaitu dengan memberikan pelatihan kewirausahaan, edukasi literasi digital dan finansial, serta memberikan akses permodalan bagi pelaku usaha UMKM kuliner di pedesaan.

Baca juga: Empat Kunci UMKM Menembus Pasar Global

Diakui Aria, sektor kuliner tidak terlepas dari tantangan untuk memperluas jangkauan pasar. Umumnya dipengaruhi oleh faktor sulitnya akses permodalan, serta rendahnya tingkat literasi digital para pelaku UMKM.

“Padahal, dengan mengoptimalkan teknologi, pelaku UMKM kuliner ini bisa memperluas jangkauan pemasaran hingga ke seluruh pelosok Negeri. Oleh sebab itu, Amartha berupaya untuk mengerahkan edukasi dan layanan keuangan digital bagi mitra kami untuk meningkatkan skala usahanya,” ucapnya.

Jika melihat peluang yang masih terbuka lebar, lanjut Aria, Amartha sangat optimis untuk menjadikan sektor kuliner sebagai salah satu sektor yang layak dibidik dan dikembangkan. “Amartha berkomitmen untuk menjaga kualitas pinjaman sehingga tetap dapat memberikan imbal hasil bagi pendana. Oleh sebab itu Amartha membuka kesempatan kepada berbagai lini untuk bersinergi bersama mendongkrak UMKM, salah satunya di bidang kuliner,” pungkas Aria.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 30, 2021, 7:52 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.