Dana Darurat Sebaiknya Disimpan di Mana?

Dana Darurat Sebaiknya Disimpan di Mana?

Dana darurat (emergency fund) merupakan bagian penting dalam perencanaan keuangan pribadi dan keluarga. Dana Darurat adalah dana yang disimpan untuk keadaan darurat; baik itu kecelakaan, kerusakan rumah, atau ketika terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) secara mendadak.

Pandemi Covid-19 menjadi contoh nyata perlunya dana darurat. Banyak orang terpaksa diberhentikan dari pekerjaan, tetapi pengeluaran rutin tetap berjalan. Kondisi itu tentu membuat ketidak seimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Dalam kondisi inilah manfaat dana darurat terasa dalam hidup.

Banyak orang bertanya, di mana sebaiknya dana darurat itu disimpan? Sebagian besar orang menyimpan dana darurat dalam bentuk tabungan. Alasannya, uang yang tersimpan di tabungan mudah untuk dicairkan, aman, dan mudah diakses. Namun, kekurangan dari tabungan dana darurat adalah adanya risiko ketika terjadi inflasi yang membuat nilai uang menjadi turun.

Baca juga: Dana Darurat, Penyelamat Saat Mendesak

Selain bentuk tabungan, ada bentuk atau jenis aset lain yang bisa dijadikan sebagai tempat menyimpan dana darurat. Jenis aset itu adalah:

1. Reksa Dana Pasar Uang

Jika saldo tabungan di rekening tabungan bank sudah cukup, Anda juga bisa menginvestasikannya di reksa dana pasar uang. Jenis reksa dana ini cukup aman karena tidak fluktuatif dalam nilai dan secara likuiditas, reksa dana ini mudah untuk dijual kembali.

Saat ini, investasi reksa dana pasar uang sudah sangat mudah dan murah, bisa dimulai dari harga Rp100 ribu. Pencairan reksa dana pasar uang juga relatif cepat, tidak lebih dari tiga hari kerja sejak pengajuan. Return yang ditawarkan investasi ini lebih besar dari deposito dan aman karena risikonya relatif rendah.

2. Emas

Emas menjadi sarana yang cukup ideal untuk menempatkan dana darurat. Emas yang disarankan sebagai instrumen investasi untuk dana darurat ini berbentuk logam mulia atau emas batangan. Kelebihan dari investasi emas adalah kemampuannya untuk bertahan terhadap inflasi dan tergolong cukup likuid. Selain dijual, emas juga bisa digadai untuk mendapatkan uang.

Baca juga: Hati-hati Jangan Tertipu, Ini Ciri-Ciri Emas Palsu

Saat ini, Anda juga semakin dipermudah berinvestasi emas, karena investasi emas sudah mengarah ke bentuk digital. Anda bisa melakukan transaksi jual-beli serta menyimpan emas digital melalui tabungan emas, seperti Tabungan Emas Pegadaian yang juga menyediakan fasilitas menabung emas secara daring mulai Rp10.000.

3. Deposito

Deposito juga dapat digunakan sebagai sarana penyimpanan dana darurat. Hasil keuntungan setiap bulan dari deposito ini sebaiknya tidak digunakan untuk konsumsi, melainkan untuk menambah porsi dana darurat atau dapat juga digunakan untuk investasi di produk keuangan lain. Apabila Anda memilih deposito sebagai sarana penyimpanan dana darurat, disarankan untuk memilih tenor satu bulan yang diperpanjang secara otomatis.

Hal terpenting yang harus diingat dan dilakukan adalah dana darurat yang dipersiapkan untuk tujuan tertentu perlu ditempatkan di rekening terpisah dari kebutuhan operasional, disimpan secara aman, tidak digunakan untuk kepentingan selain saat menghadapi kondisi darurat dan yang tidak kalah penting adalah harus bisa cepat dicairkan saat terjadi kondisi darurat.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 29, 2021, 8:11 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.