Mengenang RM Notonegoro, Pejabat Bumiputra Pertama De Javasche Bank

Mengenang RM Notonegoro, Pejabat Bumiputra Pertama De Javasche Bank

De Javasche Bank (DJB) didirikan pada 1828 oleh Pemerintah Kerajaan Belanda untuk menjadi bank sirkulasi. Pada masa itu, DJB diberi wewenang untuk mencetak dan mengedarkan uang Gulden di wilayah Hindia Belanda. Inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Bank Indonesia.

Mungkin belm banyak yang tahu bahwa ada seorang bumiputera yang pernah menduduki jabatan di De Javasche Bank. Beliau adalah RM Notonegoro yang lahir pada 6 September 1886. Berasal bukan dari kalangan masyarakat biasa, RM Notonegoro lahir dari trah Paku Alam.

Dilansir dari laman resmi Bank Indonesia (BI), RM Notonegoro pernah menempuh pendidikan di School Tot Opleiding van Indlansche Artsen (STOVIA) yang berada di Batavia (Jakarta saat ini). Meskipun belajar untuk menjadi dokter, ia menempuh karirnya sebagai pegawai DJB. Notonegoro bisa bekerja sebagai pegawai De Javasche Bank Agentschap Jogjakarta sejak tanggal 1 Oktober 1910.

Baca juga: Jangan Salah! Peringatan Hari Bank Indonesia Berbeda dengan HUT Bank Indonesia

Setelah bekerja selama sembilan tahun dan atas usul dari presiden DJB saat itu, E.A. Zeilinga Azn., Notonegoro diusulkan menjadi Pejabat Pemegang Buku atau akuntan. Jabatan tersebut mulai diemban olehnya sejak tanggal 29 April 1919. Hal ini menjadikan Notonegoro pejabat bumiputra pertama di DJB.

Catatan sejarah tentang jabatan RM Notonegoro ini terdapat dalam Surat Kabar Mataram terbitan tanggal 28 Januari 1928. Pada surat kabar tersebut terdapat artikel berita tentang Peringatan Satu Abad DJB.

“Dalam pembicaraan tentang kantor cabang DJB di Yogya ini tidak boleh dilupakan tokoh Pemegang Buku, yang bagaimanapun telah berjasa kepada Bank, yang terkenal tuan Raden Mas Notonegoro, satu-satunya orang Jawa intelek dalam dunia perbankan di Hindia Belanda yang mendapat kepercayaan begitu besar dari Direksinya, sehingga menerima kuasa tersebut,” isi artikel dalam surat kabar itu.

Baca juga: Dua Sosok ini Jadi Nama Menara Kembar Bank Indonesia Thamrin

“Sejak tanggal 29 April 1919, tuan Noto menjabat sebagai Pemegang Buku di Kantor Cabang Yogya, dan tugas-tugas intern berada di tangannya. Beruntunglah Bank, Mudah-mudahan Pemimpin Cabang yang sekarang dan Tuan Noto diberi usia panjang untuk masih dapat menyumbangkan darma-baktinya kepada DJB pada umumnya, dan Kantor Cabang Yogya pada khususnya,” lanjut isi artikel tersebut.

RM Notonegoro terus bekerja sebagai Pejabat Akuntan tersebut hingga masa pensiunnya tahun 1939. Dua tahun sebelum pensiun, dalam peringatan ulang tahun DJB tahun 1937, atas jasa-jasanya sebagai pegawai DJB, ia dianugrahi bintang emas “Ridder van Oranje Nassau.

Penghargaan bintang emas tersebut menegaskan ordo kesatriaan Belanda yang diberikan oleh Ratu Belanda kepada rakyatnya, baik sipil ataupun militer yang dianggap memiliki jasa istimewa bagi masyarakat.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 24, 2021, 9:06 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.