Laris Manis, Penjualan SR015 Tembus Rp27 Triliun

Laris Manis, Penjualan SR015 Tembus Rp27 Triliun

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko atas nama Menteri Keuangan menetapkan hasil penjualan Sukuk Ritel seri SR015. Total volume pemesanan pembelian SR015 yang telah ditetapkan lebih dari Rp27 triliun.

Sukuk Negara Ritel seri SR015 ini menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased dengan menggunakan Barang Milik Negara (BMN) dan Proyek APBN tahun 2021 sebagai underlying assets. SR015 menarik sebanyak 49.027 investor dari seluruh provinsi di Indonesia.

Meskipun kupon SR015 sebesar 5,10 persen merupakan yang terendah sepanjang sejarah penerbitan SBN Ritel yang tradable, sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam upaya menurunkan yield dan menekan cost penerbitan Surat Berharga Negara (SBN).

Baca juga: Transformasi dan Adaptasi Teknologi Jadi Kunci Sukses UMKM di Masa Pandemi

Meski begitu, hasil penjualan SR015 mencapai Rp27,001 triliun dan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah penerbitan SBN Ritel melalui platform e-SBN,  apalagi di tengah kondisi pasar keuangan yang relatif masih belum stabil.

Bahkan, jumlah investor SR015 sebanyak 49.027 investor merupakan yang terbanyak sepanjang penerbitan SBN Ritel online. Investor baru SR015 sejumlah 14.590 atau 29,76 persen dari total investor dengan volume pemesanan sebesar Rp6,04 triliun.

Untuk investor pemula dengan nominal pembelian Rp1 juta jumlahnya mencapai 1.700 investor. Lagi-lagi ini adalah pencapaian terbanyak sepanjang penerbitan SBSN Ritel, dibandingkan dengan SR014 (1.575 investor), SR013 (1.629 investor) dan SR012 (933 investor). Namun secara persentase terhadap total investor, SR015 (3,47 persen) lebih rendah dari SR014 (4,42 persen), SR012 (3,64 persen) dan SR013 (3,90 persen).

Baca juga: Transformasi dan Adaptasi Teknologi Jadi Kunci Sukses UMKM di Masa Pandemi

Investor milenial juga tercatat sebanyak 17.953 orang atau 36,62 persen dari total investor dengan nominal pembelian sebesar Rp5,51 triliun, atau 17,95 persen dari total penjualan. Investor baru SR015 paling banyak juga berasal dari generasi milenial, yaitu 6.428 investor (44,06 persen dari total investor baru). Dari sisi porsi terhadap total investor baru, relatif tidak jauh berbeda dengan SR014 yang sebesar 44,37 persen.

Investor generasi Z sebanyak 565 investor (1,15 persen dari total investor) dengan nominal sebesar Rp250,72 miliar (0,93 persen dari total penjualan), dengan rata-rata pembelian oleh investor generasi Z adalah sebesar Rp443,75 juta.

Rata-rata pemesanan Sukuk Ritel seri SR015 sebesar Rp550,73 juta. Nilai itu lebih tinggi dibandingkan SR014 (Rp468,90 juta) dan SR012 (Rp506,96 juta), namun lebih rendah dari SR013 (Rp572,86 juta).

Baca juga: Menangkap Peluang Investasi Mega Tren Ekonomi Digital dan Teknologi

Di sisi profesi, investor wiraswasta mencatat nominal pembelian terbesar yaitu Rp11,88 triliun (44,00 persen dari total penjualan), sedangkan investor Pegawai Swasta merupakan jumlah investor terbanyak yaitu 16.597 investor (33,85 persen dari total investor). Partisipasi investor ASN/TNI/Polri sebesar Rp954,82 miliar atau 3,54 persen dari total penjualan dengan jumlah sebanyak 2.727 investor (5,56 persen dari total investor).

Secara wilayah, Provinsi DKI Jakarta menjadi yang tertinggi dengan nominal sebesar Rp9,43 triliun (34,94 persen dari total penjualan) dari 15.427 investor (31,47 persen dari total investor). Porsi penjualan SR015 di Wilayah Indonesia Timur adalah sebesar 0,67 persen dari total volume penjualan, dengan porsi investor sebanyak 0,63 persen dari total investor.

Setelmen Sukuk Negara Ritel seri SR015 akan dilaksanakan pada tanggal 22 September 2021 dan dicatatkan di PT. Bursa Efek Indonesia pada tanggal 23 September 2021. Namun demikian, perdagangan di pasar sekunder baru dapat dilakukan pada tanggal 11 Desember 2021 karena SR015 memiliki minimum holding period sampai dengan tiga periode imbalan.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 23, 2021, 9:05 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.