BPJS Kesehatan antara Efektivitas Layanan dan Biaya Kesehatan

BPJS Kesehatan antara Efektivitas Layanan dan Biaya Kesehatan

Dalam sebuah webinar internasional bekerja sama dengan National Health Service (NHS) Inggris, Universitas Coventry Inggris, dan National Health Security Office (NHSO) Thailand, BPJS Kesehatan memberikan penjelasan mengenai efektivitas layanan kesehatan dan biaya kesehatan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti memaparkan, saat ini Indonesia melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berupaya memastikan layanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat tersedia.

Skema pembiayaan yang diadopsi oleh Program JKN-KIS saat ini juga diharapkan dapat menjembatani kebutuhan kesehatan masyarakat dengan ketersediaan anggaran yang dimiliki Pemerintah.

Baca juga: BPJS Kesehatan Sederhanakan 3 Akses Layanan dan Administrasi

Salah satu tujuan dari terselenggaranya program jaminan kesehatan bagi sebuah negara adalah peningkatan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Namun yang menjadi tantangan adalah bagaimana menyediakan akses layanan kesehatan yang terjangkau, efisien, efektif serta berkeadilan.

Ghufron tidak menutup mata bahwa kemajuan teknologi kesehatan dan layanan medis terbaru dapat membantu atas pemulihan kesehatan bahkan penyelamatan nyawa individu. “Namun terhadap nilai dari efektivitas layanan serta kemampuan anggaran yang dimiliki masih menjadi area yang harus didiskusikan bersama. Semua pemangku kepentingan perlu dilibatkan,” katanya.

Untuk menjawab isu terkait efektivitas layanan terhadap biaya ini, Program JKN-KIS mengadopsi sistem pembayaran mulai dari kapitasi, INA-CBG’s maupun fee for service bagi layanan-layanan tertentu.

Baca juga: Potret Jaminan Sosial Indonesia Sebelum dan Saat Pandemi Covid-19

Hal ini menunjukkan bahwa Program JKN-KIS tetap menerapkan sistem belanja strategis sesuai dengan amanah perundangan yang berlaku. BPJS Kesehatan terus mencari sistem yang tepat yang disesuaikan dengan kondisi perkembangan zaman.

Ghufron berharap melalui diskusi antar negara dalam seminar internasional ini dapat menjadi ajang saling berbagi pengetahuan dan pengalaman antar pengelola jaminan kesehatan. Hal ini juga sesuai dengan budaya BPJS Kesehatan yaitu sebagai learning organization dan diharapkan dapat berdampak pada penguatan strategi dan kebijakan dalam Program JKN-KIS ke depannya


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 21, 2021, 8:44 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.