AAJI Susun Peta Jalan Transformasi Industri Asuransi Jiwa

AAJI Susun Peta Jalan Transformasi Industri Asuransi Jiwa

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) tengah merancang peta jalan untuk industri asuransi jiwa di Indonesia. Peta jalan ini menjadi panduan tranformasi bagi seluruh anggota AAJI. Namun, proses transformasi yang sedang berjalan ini tdak mudah.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, transformasi membutuhkan dukungan penuh semua pemangku kepentingan dalam proses mencapai tujuan berskala besar ini.  Rancangan peta jalan yang disusun AAJI berisikan tiga pilar perubahan.

Di pilar pertamanya, AAJI akan mendorong industri asuransi melakukan pengembangan produk dan layanan asuransi jiwa berkelas dunia dengan mengedepankan customer centricity, customer protection, dan digital experience.

Baca juga: AAJI Belum Puas dengan Kinerja Industri Asuransi Jiwa

Pada pilar kedua, asosiasi akan meningkatkan operational excellence industri asuransi jiwa lewat penguatan tata kelola dan manajemen risiko. Terakhir, industri akan didorong terus untuk menjalankan penguatan permodalan dan portofolio investasi dalam pilar ketiga.

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menjelaska, transformasi ini didasari oleh keinginan industri untuk senantiasa memberikan manfaat terbesarnya dalam melindungi lebih banyak masyarakat di masa depan.

“Dalam kondisi pandemi dan momentum economic rebound saat ini, kami ingin membuka lembaran baru. Kami optimis, inklusi dan perlindungan asuransi yang lebih masif bagi semua lapisan masyarakat dapat kita capai bersama dengan lebih cepat dan efektif,” kata Togar.

Baca juga: AAJI: Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Naik Rp46,74 Triliun di Semester I 2021

Dalam data kinerja perekonomian Indonesia kuartal II 2021 dari Badan Pusat Statistik (BPS), terlihat bahwa Indonesia telah keluar dari resesi perekonomian. Perekonomian triwulan II 2021 mengalami pertumbuhan cukup besar, 7,07 Persen yoy. Sementara ekonomi Indonesia semester I 2021 terhadap semester I 2020 juga mengalami pertumbuhan positif, sebesar 3,10 persen.

Pencapaian positif yang sama juga telah dialami oleh industri asuransi jiwa. Terdapat pertumbuhan positif pada berbagai kinerja perasuransian jiwa di triwulan I 2021. Meski belum merilis angka resmi, AAJI mengindikasikan bahwa laporan pendapatan usaha industri asuransi para anggotanya membukukan pertumbuhan usaha yang positif pada triwulan II 2021.

Baca juga: Industri Asuransi Jiwa Mendukung Stabilitas Pasar Modal

Budi meyakini daya adaptasi industri asuransi jiwa untuk meningkatkan kualitas di semua proses bisnisnya ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang makin tinggi. Meskipun tekanan ekonomi Indonesia dan global akibat pandemi belum sepenuhnya pulih, namun AAJI akan terus berinovasi dalam semangat transformasi tersebut.

“Semangat transformasi ini kami yakini akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi jiwa. AAJI akan terus menjembatani setiap pemangku kepentingan dalam menyuarakan aspirasi perbaikan business process,” harap Budi.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 17, 2021, 7:57 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.