AAJI Belum Puas dengan Kinerja Industri Asuransi Jiwa

AAJI Belum Puas dengan Kinerja Industri Asuransi Jiwa

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) merasa belum puas dengan capaian industri asuransi jiwa yang saat ini telah melindungi sekitar 60 juta tertanggung dari berbagai kalangan. Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon dalam Peluncuran Transformasi Brand AAJI secara maya.

Menurutnya, saat ini adalah momenteum emas bagi industri asuransi jiwa untuk menciptakan produk asuransi yang menjawab berbagai kebutuhan dan melindungi lebih banyak masyarakat Indonesia.

Transformasi brand dari asosiasi yang beranggotakan 65 perusahaan asuransi jiwa ini tujuannya agar mampu melampaui berbagai kinerja yang sudah dicapai saat ini. Dalam prosesnya, AAJI mendorong semua perusahaan dan para pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kualitas kebijakan bisnis dan berbagai proses usaha industri asuransi jiwa Indonesia.

Baca juga: AAJI: Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Naik Rp46,74 Triliun di Semester I 2021

“Meski dalam beberapa tahun terakhir, industri kami telah memberikan berbagai manfaat penting bagi Indonesia, namun hari ini AAJI bersama seluruh anggota bersepakat untuk lebih melampaui lagi catatan positif tersebut,” jelas Budi.

Budi juga menjelaskan capaian industri di sisi klaim serta manfaat yang telah dibayarkan oleh industri asuransi jiwa kepada masyarakat. Dalam tiga tahun terakhir, rata-rata klaim yang dibayarkan per tahunnya telah mencapai sekitar Rp148,52 triliun.

Bahkan di masa pandemi ini, industri asuransi jiwa tetap mampu mencatatkan kinerja positif dalam pembayaran klaim Covid-19. Sampai dengan Juni tahun ini, industri asuransi jiwa telah membayarkan sekitar Rp3,74 triliun untuk jenis klaim ini. 

Baca juga: Industri Asuransi Jiwa Mendukung Stabilitas Pasar Modal

Nilai triliunan tersebut menggambarkan biaya perawatan pasien Covid-19 di luar rumah sakit rujukan wajib pemerintah yang berhasil ditutup oleh asuransi. Dan tentunya bagi masyarakat, pembayaran klaim dan santunan kesehatan tersebut sangat melindungi dirinya dari risiko gangguan pendapatan yang dialami saat menjalani perawatan dan isolasi mandiri.

Capaian positif lain juga ditunjukkan dengan besarnya total Uang Pertanggungan (UP) yang sedang dikelola. AAJI mencatat dalam tiga tahun sejak 2018 hingga 2020, UP telah mencapai sekitar Rp4.326,22 triliun. Dana UP ribuan triliun tersebut tentunya sangat berguna dalam menjaga kualitas hidup para keluarga dan ahli waris, saat kematian, kecelakaan atau risiko lain.

Di periode yang sama, industri asuransi jiwa juga telah berupaya mendukung stabilitas perekonomian Indonesia dengan upaya investasi dana kelola anggotanya ke berbagai instrumen. Penempatan investasi industri di obligasi, Surat Berharga Negara (SBN), dan Sukuk, secara rata-rata telah mencapai sekitar Rp112 triliun.

Baca juga: Triwulan I 2021, Industri Asuransi Jiwa Tumbuh Rp62,66 Triliun

Industri asuransi jiwa juga turut membantu menjaga stabilitas pasar modal dengan penempatan investasi di pasar modal rata2 3 tahun sebesar Rp319 triliun. “Inisiasi ini kami maknai sebagai langkah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mentransformasi industri asuransi jiwa Indonesia,” terang Budi.

“AAJI berkeinginan untuk selalu berusaha melampaui berbagai aspirasi masyarakat. Di masa depan, industri asuransi jiwa akan tetap terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dan berkontribusi lebih tinggi lagi ke perekonomian,” tambah Budi.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 17, 2021, 7:55 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.