Industri Asuransi Jiwa Mendukung Stabilitas Pasar Modal

Industri Asuransi Jiwa Mendukung Stabilitas Pasar Modal

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyatakan industri asuransi jiwa telah mendukung berbagai agenda penting pemerintah di beberapa sektor pembangunan lewat kegiatan investasinya. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon dalam Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Indonesia.

Menurutnya, dalam tiga tahun terakhir, industri asuransi jiwa terus mendukung stabilitas pasar modal dan akselerasi pembangunan infrastruktur yang dicanangkan pemerintah lewat penempatan investasi di pasar modal dan SBN. “Kami berharap dukungan kami itu jadi sumbangsih industri dalam memperkuat momen pemulihan ekonomi Indonesia saat ini,” jelas Budi, Selasa (14/9/2021).

Industri asuransi jiwa berkomitmen mengalokasikan dana kelolanya di berbagai instrumen investasi di antaranya saham, reksa dana, dan Surat Berharga Negara (SBN). Tercatat, total investasi industri asuransi jiwa mengalami pertumbuhan sebesar 14,7 persen dibandingkan semester I 2020. Nilai totalnya mencapai Rp510,49 triliun pada semester pertama tahun ini. 

Baca juga: AAJI: Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Naik Rp46,74 Triliun di Semester I 2021

Investasi yang disalurkan melalui instrumen saham dan reksa dana tumbuh sebesar 26 persen atau senilai Rp144,79 triliun dan 15,9 persen atau Rp167,58 triliun dibandingkan semester satu tahun lalu.  Porsi kontribusi dua jenis instrumen tersebut meningkat, masing-masing menjadi 28,4 persen dan 32,8 persen dari total investasi industri asuransi jiwa di semester satu tahun ini.

AAJI menjelaskan bahwa kenaikan kontribusi pada portofolio saham disebabkan oleh kondisi pasar modal Indonesia yang makin kondusif di semester pertama 2021. Kondisi tersebut ditandai oleh membaiknya IHSG sebesar 22 persen, jika dibandingkan dengan periode sama di 2020.

Sementara itu, instrumen SBN juga menerima alokasi investasi dari industri asuransi jiwa yang tak kalah besar. Portofolio investasi industri di SBN mengalami peningkatan dari Rp79,01 triliun di semester pertama 2020 menjadi Rp94,79 triliun di periode sama tahun ini. Angka terakhir tersebut setara dengan 18,6 persen dari total investasi yang dialokasikan oleh para perusahaan anggota AAJI.

Baca juga: AAJI: Klaim dan Manfaat Asuransi Jiwa Naik 23,5 Persen pada Kuartal I 2021

Budi menjelaska,n komitmen industrinya dalam memperkuat langkah pemerintah mengelola Pandemi Covid-19 selama ini. Klaim serta manfaat yang telah dibayarkan oleh industri asuransi jiwa sejak awal pandemi hingga Juni tahun ini telah mencapai sekitar Rp3,74 triliun untuk jenis klaim tersebut.

Meski tekanan ekonomi yang muncul akibat adanya pandemi berimbas ke juga ke industri ini sejak tahun lalu, namun pelaku usaha tetap berkomitmen penuh dalam penciptaan lapangan kerja. Hingga Juni lalu, industri asuransi jiwa mampu menjadi rumah bagi sekitar 20 ribu karyawan dan lebih dari 600 ribu pemasar dari berbagai kalangan masyarakat. 

“Pencapaian positif industri saat ini tidak dapat dicapai tanpa adanya kerja keras karyawan dan pemasar asuransi jiwa. Kami sangat berterima kasih kepada para pejuang industri asuransi jiwa. Untuk mengapresiasi para pejuang industri yang berprestasi, kami akan kembali mengadakan Top Agent Award. Rencananya akan dilaksanakan di 23 September ini,” jelas Budi.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 15, 2021, 10:17 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.