6 Langkah Jitu Mencapai Tujuan Finansial

6 Langkah Jitu Mencapai Tujuan Finansial

Berbicara mengenai tujuan finansial (financial goals), tentu tidak lepas dari bagaimana Anda mengelola keuangan dan menjalani gaya hidup. Tujuan finansial ini memang bersifat personal karena terkait kebutuhan pribadi, di mana setiap orang punya kondisi yang berbeda-beda.

Namun, ada garis besar yang bisa diambil untuk mencapai tujuan finansial yang baik dalam hidup. Tujuan finansial merupakan target yang ingin dicapai saat Anda mengelola uang. Aktivitas ini berhubungan dengan bagaimana cara Anda menghasilkan uang, menyimpan uang, membelanjakan uang tersebut.

Secara alamiah, setiap orang akan lebih senang membelanjakan uang dibandingkan menyimpannya. Pasalnya, menghabiskan uang terasa lebih mudah dan menyenangkan. Sikap inilah yang harus dibenahi jika Anda ingin mencapai tujuan finansial yang baik di masa depan.

Baca juga: Mengapa Mengelola Finansial itu Sangat Penting?

Salah satu hal penting yang harus dipegang untuk mencapau kesuksesan finansial adalah tetap fokus pada tujuan hidup Anda. Hal ini berlaku buka hanya untuk yang sudah berkeluarga, tetapii juga Anda yang masih lajang. Mulailah untuk menyusun, mengukur, dan fokus pada tujuan tersebut.

Bagaimana caranya? Berikut sejumlah tips untuk mencapai tujuan finansial yang bisa dilakukan sesuai kondisi keuangan Anda.

1. Menetapkan Tujuan Keuangan

Untuk mencapai tujuan finansial, Anda harus terlebih dahulu mengetahui arah yang ingin dituju. Tanpa pengangan arah itu, maka usaha yang dilakukan bisa jadi sia-sia. Tujuan keuangan yang jelas akan mempermudah Anda melihat posisi keuangan saat ini.

Baca juga: Cara Cerdas Menuju Kebebasan Finansial

Buatlah arah tujuan finansial Anda dengan spesifik, terukur, realistis, relevan, dan memiliki jangka waktu tertentu. Anda juga harus bersifat realistis dan disiplin melaksanakan arah tujuan finansial yang telah dibuat. Jangan pernah memaksakan diri membeli sesuatu yang dapat mengganggu arah tujuan keuangan Anda. 

Anda juga menggunakan konsep SMART yang merupakan singkatan dari Specific, Measurable, Attainable, Realitic, dan Timely. Konsep ini biasanya digunakan untuk menentukan tujuan. Jadi, kalau Anda sudah menetapkan tujuan di awal tahun, misalnya mulai berinvestasi. 

2. Membuat Tujuan Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Buatlah perencanaan keuangan jangka pendek dan jangka panjang dalam tujuan finansial Anda. Anda dapat menentukan tujuan finansial untuk jangka pendek (pencapaian kurang dari satu tahun), jangka menengah (dua hingga lima tahun ke depan) maupun jangka panjang (lebih dari lima tahun ke depan). 

Pencapaian tujuan finansial jangka menengah dan jangka pendek merupakan panduan dari pencapaian jangka panjang. Contohnya, Anda menabung untuk membayar uang muka rumah pada dua tahun ke depan adalah dasar dari pencapaian tujuan jangka panjang Anda, yakni memiliki rumah pribadi.

3. Menyiapkan Dana Darurat

Dalam kehidupan, akan selalu ada kejadian yang tidak diduga. Entah itu berupa musibah atau kejadian lain yang pastinya akan menguras pundi-pundi keuangan. Contoh paling sederhana adalah ketika Anda atau anggota keluarga ada yang sakit.

Baca juga: Dana Darurat, Penyelamat Saat Mendesak

Dana darurat merupakan sejumlah dana yang disediakan dalam keuangan, di mana dana ini secara khusus digunakan untuk menghadapi berbagai kondisi tidak terduga dalam kehidupan. Artinya, dana ini hanya akan Anda gunakan saat menghadapi hal-hal darurat yang tidak bisa diatasi dengan keuangan secara normal (sesuai anggaran tetap).

Melihat pentingnya dana darurat, maka setiap orang perlu menyiapkannya. Kebutuhan dana darurat setiap orang berbeda-beda. Idealnya, jumlah dana darurat yang perlu disiapkan adalah 6-12 kali jumlah pengeluaran per bulan. Besarnya tergantung pada jumlah tanggungan dan pola konsumsi Anda masing-masing.

4. Membayar Utang

Utang memang sebaiknya dihindar, tetapi bukan artinya tidak boleh berutang sama sekali. Terlebih saat ini, di mana kebutuhan hidup kian meningkat setiap harinya, rasanya agak sulit untuk menghindari utang. Namun, jika terpaksa, maka berutanglah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan bayar.

Kunci untuk terbebas dari utang adalah melakukan pengelolaan utang yang baik. Buatlah rencana atau analisa bagaimana Anda akan mengurangi dan akhirnya melunasi utang-utang tersebut. Langkah itu akan membuat hidup tenang dan membantu Anda berada di kondisi keuangan yang sehat dan masa depan yang cerah.

Kemudian, Anda selalu menunda-nunda pembayaran sehingga dikenakan denda keterlambatan atas pembayaran tagihan utang. Terakhir adalah Anda selalu menghindar membuka tagihan-tagihan yang dikirim ke rumah Anda. Kalau itu terjadi pada diri Anda, itu tandanya utang jadi masalah.

5. Menyiapkan Dana Pensiun

Seberapa pun cintanya Anda pada pekerjaanmu, pada satu titik, Anda akan menyadari bahwa ada fase pensiun yang memang harus diambil. Tujuan finansial adalah kunci menjawab kebutuhan perencanaan pensiun tersebut.

Baca juga: Idealnya, Siapkan Dana Pensiun Sejak Anda Mulai Bekerja

Meskipun sudah ada dana pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan, apakah itu mencukupi untuk memenuhi kebutuhan Anda di masa tua? Jika tidak, Anda harus disiplin menyisihkan dana pensiun, kalau tidak disiplin maka target dana pensiun tak tercapai. Anda bisa memilih instrumen investasi yang penyelenggara atau perusahaan investasi yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

6. Meminta Saran Pakar Keuangan

Terkadang, Anda menemui beberapa kendala dalam membuat tujuan finansial. Jika itu yang Anda rasakan, tidak ada salahnya untuk meminta saran dan masukan dari ahli perencanaan keuangan. Konsultan keuangan atau financial advisor dapat membantu Anda kembali ke jalur yang benar dan meninjau ulang seluruh anggaran Anda.

Mereka mungkin akan merekomendasikan Anda untuk menyusun ulang atau memangkas sejumlah pos pengeluaran tanpa mengganggu kebutuhan sehari-hari, atau memberikan kemungkinan mendapatkan berbagai sumber pendapatan tambahan. Saran dan informasi profesional akan membantu Anda mewujudkan goals Anda.

Baca juga: Aset Berharga adalah Tidak Punya Utang

Itulah enam tips yang bisa Anda terapkan untuk mencapai tujuan finansial. Hal terpenting yang harus diingat adalah pencanaan keuangan pribadi merupakan salah satu metode untuk mencapai tujuan finansial Anda. Apabila diterapkan dengan benar dan sistematis, niscaya pencapaian tujuan finansial Anda akan lebih mudah serta senantiasa sesuai dengan kondisi finansial Anda.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 14, 2021, 9:48 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.