Waspada Aksi Tipu-tipu Pinjol Ilegal Berkedok Koperasi

Waspada Aksi Tipu-tipu Pinjol Ilegal Berkedok Koperasi

Aktivitas pinjaman online (pinjol) ilegal semakin meresahkan masyarakat. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informasi, sejak 2018 sampai 17 Agustus 2021, ada 3.856 konten terkait fintech yang melanggar peraturan perundangan, termasuk platform pinjol tanpa izin atau ilegal.

Modusnya pun beragam, bahkan sampai menggunakan nama koperasi simpan pinjam. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Manduki dalam penyataan bersama OJK, Bank Indonesia, Kepolisan RI, Kominfo, dan Kemenkop UKM.

Teten mengatakan, pinjaman online ilegal yang mengatasnamakan atau berkedok Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dapat memperburuk citra koperasi. Kemenkop UKM telah bekerja sama dengan Satgas Waspada Investasi (SWI) guna menghentikan aktivitas bisnis pinjol ilegal yang mengatasnamakan atau berkedok KSP tersebut.

Baca juga: Hati-hati Modus Penipuan Lelang Online di Medsos

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah melakukan beberapa program edukasi kepada gerakan koperasi atau masyarakat agar wasapada terhadap aktivitas pinjol ilegal yang mengatasnamakan atau berkedok koperasi.

Program itu antara lain penguatan fungsi pembinaan koperasi, penguatan fungsi pengawasan koperasi dan peningkatan literasi KSP. Hal ini bertujuan agar masyarakat tahu nilai-nilai yang dimiliki oleh koperasi.

“Pinjaman online ilegal sudah semakin marak terjadi dan mengakibatkan kerugian besar bagi masyarakat, utamanya di tengah situasi pandemi Covid-19. Melalui Komitmen bersama ini, merupakan langkah konkrit sinergi Kementerian/Lembaga untuk pencegahan, penanganan, pengaduan, dan penegakan hukum dalam pemberantasan pinjaman online ilegal,” kata Teten.

Baca juga: Masih Marak, Waspada Modus Investasi Skema Ponzi

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menjelaskan, OJK selama ini telah melakukan berbagai kebijakan untuk memberantas pinjol ilegal melalui Satgas Waspada Investasi (SWI).

OJK juga mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan oleh anggota SWI lainnya, di antaranya melakukan cyber patrol, melakukan pemblokiran rutin situs dan aplikasi pinjol ilegal, menertibkan koperasi simpan pinjam yang menawarkan pinjaman online, melakukan pelarangan payment gateway, dan melakukan proses hukum terhadap pinjol ilegal.

OJK juga telah mendapatkan respon positif dari Google atas permintaan kerja sama mengenai syarat aplikasi pinjaman pribadi di Indonesia yang sering disalahgunakan oleh pinjaman online ilegal. Terhitung sejak tanggal 28 Juli 2021, Google menambahkan persyaratan tambahan kelayakan bagi aplikasi pinjaman pribadi antara lain berupa dokumen lisensi atau terdaftar di OJK.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 13, 2021, 8:39 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.