Masih Marak, Waspada Modus Investasi Skema Ponzi

Masih Marak, Waspada Modus Investasi Skema Ponzi

Investasi Skema Ponzi masih menjerat banyak korban. Sangat dimaklumi karena banyak orang ingin berinvstasi dengan tujuan mendapatkan imbal hasil atau keuntungan yang besar. Namun, jangan karena tujuan keuntungan besar menjadikan Anda mudah diiming-imingi imbal hasil yang besar, apalagi dijanjikan dalam waktu singkat.

Jika ada yang ada tawaran investasi dengan keuntungan besar dalam waktu singkat, Anda harus hati-hati. Mungkin saja investasi itu menggunakan Skema Ponzi. Sudah banyak korban yang terjerat penipuan investasi bodong bermodus Skema Ponzi.

Apa itu Skema Ponsi?

Dikutip dari sikapiuangmu.ojk.go.id, skema Ponzi adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi ini. 

Baca juga: Hati-hati Modus Penipuan Lelang Online di Medsos

Investasi dengan skema ponzi ini berasal dari perputaran uang dari anggotanya sendiri. Skema ini memberikan pengembalian kepada investor yang lebih dulu. Untuk investor baru yang ingin mendapatkan keuntungan, maka akan dibayar dengan uang dari investor baru lainnya.

Pola ini akan terus berjalan sehingga membuat para investor terus mencari investor-investor baru untuk mendapatkan keuntungan. Namun, apabila aliran uang habis, skema tersebut akan berantakan.

Ciri-ciri Skema Ponzi

Skema Ponzi atau ponzi scheme dicetuskan oleh Charles Ponzi dari Italia, yang kemudian menjadi terkenal pada tahun 1920. Terdapat beberapa karakteristik yang menjadi tanda bahwa sebuah investasi tersebut menjalankan skema Ponzi. Ciri-ciri ini Skema Ponzi itu antara lain:

1. Menjanjikan Hasil yang Tinggi dengan Risiko Rendah

Banyak orang tertipu dengan modus Skema Ponzi ini, yakni menjanjikan imbal hasil yang besar, tetapi rendah risiko. Padahal dalam investasi, ada prinsip yang dikenal dengan high risk high return, di mana semakin besar keuntungan yang didapat, maka semakin besar pula risikonya.

Baca juga: LPS Imbau Nasabah Perbankan Agar Tidak Tergiur Bunga Tinggi

2. Investasi tidak Terpengaruh Pergerakan Ekonomi 

Umumnya, Skema Ponzi menawarkan imbal hasil yang konstan secara terus menerus. Dalam investasi tidak ada imbal hasil yang konstan karena hasil diberikan sesuai dengan kondisi ekonomi. Jika ekonomi baik, maka imbal hasilnya juga baik. Begitu pula sebaliknya.

3. Strategi Investasi Dirahasiakan

Marketing investasi Skema Ponzi akan merahasiakan strateginya. Kalau pun dijelaskan, maka akan dipaparkan dengan cara yang sulit dimengerti oleh investor.

Baca juga: Hati-hati Jangan Tertipu, Ini Ciri-Ciri Emas Palsu

4. Tidak Diberikan Akses Melihat Dokumen Investasi

Investor tidak diberikan akses untuk melihat dokumen investasi. Ini bisa terjadi karena memang tidak ada dokumen atau bahkan menggunakan investasi yang ilegal sehingga investor akan sulit mengevaluasi investasi.

5. Dana Sulit Ditarik

Investor yang terjerat pada skema ponzi ini akan sulit untuk mengambil dana investasi. Hal ini karena dana yang sudah diserahkan telah digunakan untuk membayar keuntungan bagi investor lain atau digunakan untuk keperluan pribadi pelaku skema Ponzi.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 10, 2021, 10:23 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.