Jangan Ragu Katakan Tidak untuk ‘Harga Teman’

Jangan Ragu Katakan Tidak untuk ‘Harga Teman’

“Kasih harga teman lah”. Itulah kalimat yang sering didengar ketika seorang teman membeli produk atau meminta jasa untuk dibuatkan sesuatu pada teman lainnya. Kalimat ini seakan menjadi ‘jimat’ di antara pertemanan, tetapi menjadi sangat merugikan karena seakan tidak menghargai jerih payah atas harga atau jasa yang dilakukan.

Memang dalam bisnis, jaringan sangat dibutuhkan. Apalagi bagi yang baru merintis, jaringan pertemenan menjadi andalan promosi atau konsumen utama dalam pemasaran. Namun, tidak sedikit, istilah harga teman membuat salah paham dan merusak pertemanan.

Apa itu Harga Teman?

Tidak ada definisi yang jelas mengenai ini. Bahkan, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah harga teman ini tidak dikenal. Bahkan di kalangan pebisnis pun tidak ada arti pasti dari penggunaan istlah ini.

Baca juga: Kisah Sukses 3 Perempuan Pengusaha UMKM Meraih Cuan di Masa Pandemi

Pendiri Narabahasa Ivan Lanin pernah men-tweet mengenai harga teman ini. “Harga teman adalah harga yang lebih tinggi dari harga normal karena bertujuan untuk membantu teman yang sedang merintis usaha,” tulisnya dalam akun Twitter (19/8/2019).

Menghindari Harga Teman

Jika ada yang meminta harga teman, apa yang harus dilakukan? Dikutip dari laman Avrist Assurance, ada beberapa trik yang bisa dilakukan untuk mengatakan tidak pada harga teman.

Pertama, katakan pada teman Anda bahwa harga yang Anda tawarkan tersebut sudah di bawah standar harga yang biasa Anda berikan ke orang lain. Jadi, tanpa perlu menyebut harga teman, Anda sudah lebih dulu memberikan harga yang cukup murah pada teman Anda. 

Baca juga: Keenan Pearce: Kewirausahaan adalah Proses Perjalanan

Kedua, jika cara itu tidak berhasil dan teman Anda masih terus meminta harga teman, Anda bisa merespon hal tersebut dengan menjelaskan bahwa ada harga, ada kualitas. Hal ini merupakan prinsip ekonomi dasar.

Jika teman Anda ingin harga yang murah, jangan kaget jika kualitasnya tidak sesuai dengan yang ia harapkan. Ketiga, jika cara kedua masih tidak berhasil juga, jangan segan untuk meolak tawaran teman Anda dengan halus.

Sebaliknya, jika Anda di posisi konsumen dan melihat teman sedang merintis usaha dan bisnis, maka hal pertama yang bisa Anda lakukan ialah memberikan support. Dukungan ini tidak melulu harus membeli atau memakai jasa teman Anda.

Baca juga: Yasa Singgih: Ada 3 Kunci Utama Membangun Wirausaha

ika Anda ingin bekerja sama dengan teman tersebut, Anda bisa melakukan strategi kedua untuk memperoleh harga terbaik namun tetap etis. Salah satunya bertanya rentang harga beserta produk dan jasa yang biasa ditawarkan oleh teman tersebut.

Jika harga tersebut masih di atas bujet Anda, terus teranglah kepada teman Anda dan bertanya apakah dia memiliki produk dan jasa yang sesuai dengan bujet Anda. Semoga dengan begitu, Anda dan teman Anda bisa menemukan solusi terbaik. Bisnis lancar, pertemanan pun tetap berjalan baik.. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 10, 2021, 10:31 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.