Transformasi Menjadi Bank Digital, Bank Neo Commerce Tingkatkan Investasi

Transformasi Menjadi Bank Digital, Bank Neo Commerce Tingkatkan Investasi

PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) mencatatkan perkembangannya dalam satu tahun terakhir ini, yang terlihat dalam pencapaian laporan keuangan semester pertama 2021. Setelah melakukan soft launching aplikasi bank digitalnya pada Maret 2021, BNC semakin serius melakukan investasi, terutama di infrastruktur teknologi sebagai bentuk keseriusan menjadi bank digital.

Seiring dengan proses tranformasi BNC menjadi bank digital, maka besaran angka investasi dan pos-pos biaya tertentu juga meningkat. Investasi dalam teknologi dan keamanan digital, pengembangan SDM dan biaya promosi serta akuisisi nasabah baru menjadi sesuatu yang tak terelakkan.

Kenaikan tersebut merupakan sesuatu yang wajar, mengingat Aplikasi Digital BNC bernama neo+, sekarang ini telah diunduh sebanyak lebih dari lima juta di Google Play Store dan satu juta unduhan di Apple Store per Agustus 2021.

Baca juga: Ada Aturan Bank Digital, Bank Neo Commerce Optimis di Semester II 2021

BNC melalui keberadaan aplikasi digitalnya telah mencatat pertumbuhan nasabah baru dari digital (new digital user growth) yang signifikan selama beberapa bulan sejak diluncurkan di Maret 2021. Fenomena tersebut disebabkan oleh minat masyarakat yang mulai tinggi akan bank digital dan juga besarnya animo nasabah baru akan produk dan layanan perbankan yang ditawarkan BNC.

Besaran angka beban operasional BNC pada paruh pertama 2021 ini meningkat signifikan, dari Rp76 miliar per Juni 2020 menjadi Rp268 miliar per Juni 2021. Hal tersebut sedikit banyak mengkontribusikan dibukukannya rugi sebelum pajak sebesar Rp132 miliar di paruh pertama 2021.

Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan mengatakan, penurunan laba bersih lebih banyak karena transformasi untuk menjadi bank digital. Perseroan terus mengalokasikan belanja modal untuk investasi di sisi teknologi, pengembangan sumber daya dan pengembangan aplikasi agar sesuai dengan kebutuhan pengguna, termasuk di dalamnya biaya promosi.

Baca juga: Ini Aturan Penyelenggaraan Bank Digital dari OJK

Salah satu faktor yang menjadi penggerak utama peningkatan biaya operasional adalah sejak satu tahun terakhir, setelah resmi mengumumkan transformasi menjadi bank digital, BNC aktif melakukan investasi khususnya di bidang teknologi dan keamanan digital yang merupakan sesuatu yang sangat penting yang harus BNC bangun secara serius.

“Sejak awal tahun 2021, kami juga sangat serius membangun kultur perusahaan yang kredibel, luwes, dan nyaman. Kami ingin membangun bank digital yang lebih dari sekadar bank, tapi lebih dari itu yang tercermin melalui layanan dan produk perbankan kami yang inovatif,” ungkap Tjandra.

Baca juga: Serba Serbi Bank Digital yang Wajib Diketahui

Faktor lainnya adalah dalam pengembangan menjadi bank digital, dan sejalan dengan nilai inti dari perusahaan melalui nilai ‘Always Neo’, BNC juga harus membekali diri dengan talenta-talenta baru yang sesuai dengan kebutuhan Perseroan yang ahli di bidangnya.

“Di semester pertama, salah satu fokus kami adalah merekrut talenta-talenta yang sesuai dengan kebutuhan Perseroan. Kami mengubah mindset kami yang sebelumnya bank konvensional selama puluhan tahun, menjadi bank digital yang luwes, adaptif, dan inovatif, dan hal tersebut harus tercermin melalui sumber daya manusia yang kami miliki,” jelas Tjandra.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 31, 2021, 8:22 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.