Mengenal Lebih Dekat Lembaga Penjamin Simpanan

Mengenal Lebih Dekat Lembaga Penjamin Simpanan

Jika Anda datang ke sebuah bank, coba perhatikan apakah bank yang Anda datangi itu terdapat tulisan “BANK PESERTA PENJAMINAN LPS”. Kalau ada, berarti Anda tidak perlu khawatir karena dana yang tersimpan di bank tersebut akan aman.

Kenapa begitu, karena uang yang Anda simpan di bank tersebut akan aman karena bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka uang Anda akan diganti oleh pemerintah dalam hal ini adalah Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS.

Apa sebenanya Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS ini? Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (UU LPS) yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2009.

Baca juga: Kilas Balik Sejarah Pendirian LPS

UU LPS diundangkan tanggal 22 September 2004 dan mulai berlaku 12 bulan setelah diundangkan, yaitu tanggal 22 September 2005. Dengan berlakunya UU LPS, maka LPS mulai beroperasi sejak tanggal 22 September 2005.

Berdasarkan Undang-Undang tersebut, LPS merupakan lembaga independen yang berfungsi menjamin simpanan nasabah penyimpan dan turut aktif memelihara stabilitas sistem perbankan sesuai kewenangannnya.

Adapun simpanan nasabah bank konvensional yang dijamin LPS berbentuk tabungan, deposito, giro, sertifikat deposito, dan bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. Selain itu, LPS juga menjamin simpanan nasabah bank dengan prinsip syariah.

Baca juga: LPS Imbau Nasabah Perbankan Agar Tidak Tergiur Bunga Tinggi

Bentuk simpanan syariah yang dijamin seperti giro wadiah, giro mudharabah, tabungan wadiah, tabungan mudharabah muthlaqah atau mudharabah muqayyadah, deposito mudharabah muthlaqah atau mudharabah muqayyadah, dan simpanan berdasarkan prinsip syariah lainnya yang ditetapkan oleh LPS setelah mendapat pertimbangan LPP.

Namun, tidak semua simpanan yang bisa dibayarkan oleh LPS ini. Menurut Undang-undang tersebut simpanan yang mengubah nilai simpanan yang dijamin oleh LPS sampai Rp2 miliar. Selain itu ada syarat-syarat simpanan yang dijamin oleh LPS. Apa saja syarat itu?

Baca juga:LPS: Pengelolaan Aset Rp148 Triliun Sesuai Undang-Undang

Pertama, simpanan dinyatakan tercatat pada bank; Dalam pembukuan bank terdapat data mengenai simpanan tersebut, antara lain nomor rekening atau bilyet, nama nasabah penyimpan, saldo rekening, dan informasi lainnya yang lazim berlaku untuk rekening sejenis; dan/atau Terdapat bukti aliran dana yang menunjukkan keberadaan simpanan tersebut.

Kedua, nasabah penyimpan tidak memperoleh keuntungan dari bank secara tidak wajar, atau memperoleh tingkat bunga melebihi maksimum tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Ketiga adalah nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, seperti memiliki kredit macet atau melakukan tindakan yang menyebabkan keadaan bank menjadi tidak sehat.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 31, 2021, 8:27 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.